https://shorturl.fm/Xo7Pg
Paguyuban Dapur MBG Kuningan Resmi Dibentuk: Kompak Jaga Kualitas Makan Bergizi Gratis!
KUNINGANSATU.COM,- Untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta memastikan standar keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), para pengelola dapur MBG di Kabupaten Kuningan resmi membentuk sebuah paguyuban. Pembentukan organisasi ini berlangsung Sabtu (8/11/2025) di Aula Grage Hotel Kuningan, bersamaan dengan kegiatan Konsolidasi Mitra SPPG Makan Gizi Gratis (MBG) se-Kabupaten Kuningan bertema “Bersatu Mewujudkan Mitra MBG SPPG yang Patuh dalam Mengawal Program Bapak Presiden Prabowo.”
Ketua Panitia Pembentukan Paguyuban, Hj. Elit Nurlitasari, menjelaskan bahwa paguyuban ini dihadirkan sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antarpengelola dapur yang selama ini bertugas menyediakan makanan bagi penerima manfaat MBG. Melalui paguyuban, para pengelola dapat lebih mudah bertukar informasi, menyamakan standar, serta mengatasi kendala-kendala teknis di lapangan.
Dalam forum tersebut, Udin Kusnaedi terpilih sebagai Ketua Paguyuban. Ia akan didampingi Sandi Oktoviandi sebagai sekretaris dan Nina Daniati Sahfa’at sebagai bendahara. Sementara itu, untuk bidang publikasi dipercayakan kepada Iyan Irwandi, Elly Said, dan M. Al Al Faruq. Struktur pengurus lainnya masih dalam proses penyusunan.
“Kami ingin setiap dapur MBG bekerja sesuai standar, baik dari sisi higienitas, kualitas bahan baku, maupun ketepatan distribusi. Dengan adanya paguyuban, komunikasi antar-dapur akan jauh lebih mudah dan cepat,” ujar Hj. Elit.
Paguyuban dapur MBG akan fokus pada sejumlah fungsi utama, di antaranya penyeragaman SOP kebersihan dan keamanan pangan, penyusunan mekanisme koordinasi distribusi antar wilayah, pelatihan berkala bagi juru masak dan relawan, pengawasan kualitas bahan baku, serta evaluasi rutin terhadap pelaksanaan program.
Sementara itu, Ketua Paguyuban terpilih, H. Udin Kusnaedi, menekankan bahwa pembentukan paguyuban ini bukan hanya soal manajemen, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral untuk menjaga kualitas makanan yang diterima anak-anak penerima manfaat.
“Ini bukan hanya soal memasak, tapi soal tanggung jawab moral untuk memastikan anak-anak mendapatkan makanan terbaik setiap hari,” tegasnya.
Dengan berdirinya paguyuban ini, para pengelola dapur MBG berharap pelaksanaan program akan semakin solid, seragam, dan profesional di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan.***
















