Cek Langsung Dapur MBG Kuningan, Rokhmat Ardiyan Ingatkan Kualitas Gizi dan Kebersihan
KUNINGANSATU.COM,- Anggota DPR RI Komisi XII, H. Rokhmat Ardiyan melakukan kunjungan kerja dan monitoring Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta ketahanan pangan di Kabupaten Kuningan, Selasa (28/4/2026). Salah satu titik yang ditinjau yakni Dapur MBG Sangkanurip yang berlokasi di SPPG Yayasan Guna Insan Mandiri, Bandorasa Wetan.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan program strategis pemerintah benar-benar berjalan sesuai tujuan, terutama dalam pemenuhan gizi anak-anak di tingkat pendidikan dasar hingga PAUD.
Dalam keterangannya, Rokhmat menegaskan bahwa Program MBG merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masa depan generasi bangsa.
“Ini adalah program kasih sayang, program kepedulian, yang memiliki harapan besar untuk masa depan anak-anak kita. Agar mereka tumbuh sehat, kuat, dan memiliki kecerdasan yang baik,” ujarnya saat meninjau langsung proses penyediaan makanan.
Ia juga menyoroti pentingnya standar kebersihan dan kualitas bahan makanan, termasuk pengurangan penggunaan bahan pengawet serta peningkatan menu bergizi berbasis protein dan sayuran.
“Tadi saya pastikan penggunaan bahan pengawet harus dikurangi, diganti dengan menu sehat, banyak protein dan sayur,” tambahnya.
Selain itu, Rokhmat turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah yang dinilai aktif mengawal pelaksanaan program tersebut.
“Saya mengapresiasi langkah pemerintah, termasuk bentuk kepedulian dari Bapak Presiden Prabowo. Ini program empati untuk rakyat. Saya juga mengapresiasi Ibu Wakil Bupati yang terus mengawal agar program ini efektif, efisien, dan tepat sasaran,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan, Amih Tutty Andriani, menyampaikan bahwa pelaksanaan dapur MBG di daerahnya masih terus dievaluasi untuk memastikan kesesuaian dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Setiap dapur pasti ada kekurangan dan kelebihan. Kekurangan yang ada selalu kami sampaikan agar disesuaikan dengan SOP terbaru,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat perubahan aturan dalam pendirian dapur MBG, mulai dari luas bangunan hingga fasilitas pendukung seperti penyimpanan dan ruang penyajian yang harus memenuhi standar tertentu.
“Dulu harus 800 meter, sekarang ada penyesuaian. Termasuk lemari pendingin dan ruang penyajian yang ber-AC juga menjadi bagian dari standar,” jelasnya.
Di Kabupaten Kuningan sendiri, saat ini terdapat sekitar 170 dapur MBG yang tersebar di berbagai wilayah. Pemerintah daerah menilai jumlah tersebut sudah cukup untuk menjangkau kebutuhan masyarakat.
“Sekitar 170-an dapur, menurut kami sudah cukup untuk Kuningan,” kata Amih Tutty.
Ia juga memastikan pemerataan program terus dilakukan hingga wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), termasuk beberapa desa di Kecamatan Cilebak yang saat ini masih dalam proses penguatan distribusi.
Program MBG di Kuningan ditargetkan terus berjalan dengan evaluasi berkelanjutan, guna memastikan kualitas layanan dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak sebagai penerima utama.

















