Duh! Penggantian MBG Dengan Uang Rp 2.500 Diduga Inisiatif Pihak Sekolah

KUNINGANSATU.COM,- Ramainya pemberitaan tentang menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diganti uang tunai Rp2.500 per porsi di Kabupaten Kuningan ternyata terjadi di SMP Negeri 1 Kramatmulya. Kasus ini mencuat setelah tangkapan layar percakapan WhatsApp antara seorang siswa dan orang tuanya beredar luas di media sosial.

Dalam pesan yang viral itu, sang siswa menulis, “Sedih gais, kelas 9 gak kebagian MBG karena MBG-nya kurang jadi dikasih duit 2.500,” yang kemudian dibalas oleh ayahnya dengan komentar, “2.500 mah buat beli cimol juga gak dapet.” Unggahan tersebut sontak memicu reaksi publik dan menjadi sorotan di berbagai platform media daring.

Menanggapi hal itu, salah satu guru SMPN 1 Kramatmulya ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa memang ada sejumlah siswa yang tidak kebagian menu makan bergizi pada Kamis (16/10/2025).

“Kelas 9 yang belum terbagi kekurangan sekitar 188, dan katanya diganti uang senilai Rp2.500. Uangnya dari infak dan pembina OSIS,” ujarnya kepada wartawan.

Diketahui, dapur penyedia MBG yang menyalurkan makanan ke SMPN 1 Kramatmulya berlokasi di wilayah yang sama, yakni Kramatmulya. Diduga, keterlambatan distribusi menjadi penyebab utama tidak sampainya seluruh paket makanan ke sekolah pada hari itu.

Sementara itu, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kuningan Kalapagunung selaku penyedia makanan akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Kepala Dapur SPPG Kalapagunung, Syahid Amrillah, menegaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya transaksi dalam bentuk uang sebagaimana ramai diberitakan.

“Kami menegaskan tidak mengetahui adanya transaksi senilai Rp2.500, baik dalam bentuk uang tunai maupun non-tunai,” ujar Syahid saat memberikan keterangan resmi, Kamis malam (16/10/2025).

Syahid mengakui bahwa memang terdapat kekurangan sebanyak 183 porsi dari jumlah yang seharusnya disalurkan ke sekolah. Namun, ia memastikan bahwa persoalan tersebut telah disepakati bersama pihak sekolah untuk diselesaikan dengan cara mengganti kekurangan keesokan harinya.

“Sebagai bentuk tanggung jawab dan itikad baik, kami bersama pihak sekolah telah sepakat bahwa kekurangan tersebut akan diganti keesokan harinya dalam bentuk paket makanan ringan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Syahid menyebutkan bahwa penggantian dilakukan dalam bentuk satu paket makan berat dan dua paket makanan ringan, guna memastikan seluruh siswa tetap mendapatkan asupan bergizi sesuai tujuan program.

“Kami berharap klarifikasi ini dapat menjernihkan keadaan dan menjaga kepercayaan semua pihak terhadap program ini,” pungkasnya.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup