Dadan Satyavadin: Damkar Adalah Wajah Jujur Negara!

KUNINGANSATU.COM,- Pemerhati kebijakan publik Dadan Satyavadin menyoroti kebijakan pemerintah daerah yang memangkas anggaran Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar). Ia menyebut langkah tersebut sebagai ironi besar di tengah makin surutnya kehadiran negara dalam kehidupan rakyat.

“Di tengah surutnya kehadiran negara, justru Damkar, institusi paling sederhana dan paling manusiawi, yang harus menanggung pemangkasan anggaran,” kata Dadan dalam pernyataannya, Kamis (16/10/2025).

Menurutnya, pemangkasan itu bukan sekadar pengurangan pos belanja, tetapi juga bentuk pemotongan terhadap kepercayaan rakyat kepada negara.

“Yang sebenarnya dipotong bukan hanya anggaran, melainkan urat nadi kepercayaan rakyat kepada negara,” tegasnya.

Dadan yang merupakan timses sekaligus pengurus relawan DIRAHMATI ini menilai Damkar memiliki peran vital dan langsung dirasakan masyarakat. Ia menggambarkan bagaimana petugas Damkar selalu tanggap terhadap laporan warga, bahkan dalam situasi kecil sekalipun.

“Ketika ada ular masuk rumah, mereka datang satu regu dengan peralatan usang kebanggaannya. Seorang anak terjepit di gorong-gorong, sepuluh menit kemudian mobil tua mereka sudah meraung di lokasi. Bahkan laporan sekadar soal garpu jatuh ke gelas pun mereka tanggapi dengan sopan dan cepat,” tuturnya.

Ia menilai Damkar merupakan simbol nyata pelayanan publik yang sejati.

“Damkar adalah wajah paling jujur dari negara yang bekerja, hadir tanpa pamrih, tanpa kamera, dan tanpa pencitraan,” ujarnya.

Dadan mengingatkan bahwa pelemahan terhadap lembaga seperti Damkar akan berdampak langsung terhadap kepercayaan publik.

“Jika lembaga sejujur dan setulus Damkar pun kini dilemahkan oleh kebijakan, kepada siapa lagi rakyat bisa berharap?” katanya.

Ia juga menyampaikan kekhawatirannya jika kondisi ini terus dibiarkan.

“Mungkin suatu hari nanti, ketika sirene tua itu tak lagi berbunyi karena bensin tak terbeli, di situlah kita sadar bahwa yang padam bukan lagi api di rumah warga, melainkan nyala kepercayaan publik kepada pemerintahnya sendiri,” ucapnya.

Dadan berharap pemerintah daerah segera meninjau ulang kebijakan pemangkasan tersebut.

“Damkar bukan sekadar lembaga teknis, tetapi garda terakhir kemanusiaan di tengah menurunnya empati negara. Sudah seharusnya mereka diprioritaskan, bukan justru dipangkas,” pungkasnya.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup