Ada yang Berbeda di SMAN 1 Cigugur, Siswa Jalani Tahfidz Camp 9 Hari
KUNINGANSATU.COM,- Upaya menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di kalangan pelajar diwujudkan mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) SEMUNCI melalui kegiatan Tahfidz Camp selama sembilan hari di SMA NEGERI 1 Cigugur, Kabupaten Kuningan.
Program yang dipimpin Ahmmad Hidayat, mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan, tersebut menjadi ruang pembinaan keagamaan bagi peserta didik. Tidak sekadar mengejar tambahan hafalan, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun kedisiplinan, membiasakan ibadah, dan membentuk karakter Qur’ani.
Pelaksanaan Tahfidz Camp bertepatan dengan berlangsungnya Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas XII. Ketika kegiatan pembelajaran bagi peserta didik di luar kelas XII disesuaikan dengan kebijakan sekolah, mahasiswa PLP memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menghadirkan aktivitas edukatif yang berfokus pada penguatan nilai-nilai keagamaan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sejumlah agenda, mulai dari setoran hafalan Al-Qur’an, murajaah atau pengulangan hafalan, bimbingan tahfidz, hingga pembiasaan ibadah harian. Salat duha dan salat berjamaah juga menjadi bagian dari rutinitas yang diterapkan selama program berlangsung.
Melalui pola pembinaan tersebut, peserta tidak hanya dilatih menambah hafalan, tetapi juga membangun konsistensi dalam menjaga ayat-ayat yang telah dipelajari. Mereka juga diajak belajar mengelola waktu, melawan rasa malas, serta menumbuhkan sikap sabar dan tanggung jawab.
Plt. Kepala SMAN 1 Cigugur, Muhammad Muhtar, S.Pd., M.Pd., menyambut positif inisiatif mahasiswa PLP SEMUNCI tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini memiliki peran penting dalam melengkapi proses pendidikan yang selama ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik.
Ia menilai pembentukan karakter, moral, dan spiritual perlu mendapat perhatian yang sama agar peserta didik tumbuh menjadi generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan keimanan.
Pihak sekolah berharap Tahfidz Camp tidak sekadar menjadi program sementara selama mahasiswa menjalankan kegiatan PLP. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan pembinaan keagamaan dan budaya religius di lingkungan sekolah.
Apresiasi serupa disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Jaja Jamaludin, S.Pd. Ia menilai kehadiran Tahfidz Camp merupakan langkah positif mahasiswa PLP dalam memberikan kontribusi terhadap pembentukan karakter peserta didik.
Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya membekali siswa dengan pengetahuan. Penanaman nilai moral dan spiritual juga diperlukan agar mereka memiliki kepribadian yang baik serta mampu menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap peserta tidak hanya memperoleh tambahan hafalan selama mengikuti kegiatan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk membaca, menjaga, memahami, dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an.
Di sisi peserta, Tahfidz Camp memberikan pengalaman tersendiri. Salsabila Ayudila Putri, siswi kelas X.5, mengaku mendapatkan banyak pelajaran selama mengikuti program tersebut. Meski demikian, ia tidak menampik adanya tantangan, terutama ketika harus menjaga hafalan sekaligus menyelesaikan tugas sekolah.
“Jujur, kadang ada rasa overthinking, takut hafalannya hilang lagi, atau merasa capek karena harus membagi waktu dengan tugas lain. Tapi, ketika setoran hafalan baru berjalan lancar, rasanya bahagia dan plong banget,” ungkap Salsabila.
Selain persoalan membagi waktu, ia juga mengaku harus berjuang melawan rasa malas dan kantuk ketika murajaah. Baginya, mengulang hafalan membutuhkan kesabaran dan kesungguhan agar ayat-ayat yang sudah dihafalkan tidak mudah terlupakan.
Meski menghadapi berbagai tantangan, pengalaman tersebut justru memperkuat keinginannya untuk terus menjaga hafalan Al-Qur’an. Ia berharap hafalan yang diperoleh selama kegiatan tidak hanya bertahan ketika setoran atau ujian, tetapi dapat dijaga sepanjang hidup.
“Harapan paling besar saya adalah bisa menjaga hafalan ini sampai akhir hayat, bukan cuma hafal ketika mau setoran atau ujian saja. Semoga program ini juga bisa terus berlanjut sampai tahun depan,” tuturnya.
Terselenggaranya kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan Plt. Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, guru pembimbing, ustaz dan ustazah, mahasiswa PLP SEMUNCI, serta seluruh peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan.
Mahasiswa PLP SEMUNCI berharap kebiasaan positif yang telah dibangun selama sembilan hari dapat terus dilanjutkan, terutama dalam melaksanakan salat duha, salat berjamaah, setoran hafalan, dan murajaah.
Bagi penyelenggara, keberhasilan Tahfidz Camp bukan semata-mata dilihat dari banyaknya ayat yang berhasil dihafalkan peserta. Tumbuhnya kedisiplinan, kesungguhan beribadah, dan keinginan untuk terus dekat dengan Al-Qur’an juga menjadi capaian penting dari kegiatan tersebut.
Melalui program ini, mahasiswa PLP SEMUNCI berharap SMA Satu Cigugur dapat terus mengembangkan kegiatan pembinaan keagamaan sebagai bagian dari pendidikan karakter, sekaligus menyiapkan generasi muda yang tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjadikannya pedoman dalam menjalani kehidupan.















