9 Makanan Khas Kuningan yang Populer dan Wajib Dicoba Wisatawan

KUNINGANSATU.COM,- Kabupaten Kuningan di Jawa Barat bukan hanya dikenal dengan pesona alam pegunungannya yang indah, tetapi juga dengan kuliner tradisional yang khas. Ada banyak makanan legendaris yang sudah turun-temurun menjadi favorit masyarakat dan kini diburu wisatawan saat berkunjung.

Kwecang, Bacang Versi Manis

Salah satu makanan khas Kuningan yang populer adalah kwecang. Penganan dari beras ketan ini dibungkus daun bambu lalu disajikan dengan taburan gula pasir. Berbeda dengan bacang yang gurih, kwecang memiliki rasa manis sehingga cocok sebagai camilan tradisional.

Hucap, Tahu Kecap Khas Kuningan

Kuliner berikutnya adalah hucap (tahu kecap). Seporsi hucap terdiri dari potongan tahu yang disiram saus kacang kental bercampur kecap manis, kemudian ditaburi bawang goreng. Perpaduan rasa asin, manis, pedas, dan asam membuat hucap berbeda dengan kupat tahu dari daerah lain.

Nasi Kasreng, Sederhana Namun Melegenda

Nasi kasreng menjadi menu sarapan murah meriah sejak tahun 1980-an. Isinya terdiri dari nasi, tauge, udang rebon, gorengan, serta sambal terasi. Konon, kuliner ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang pedagang bernama Kasri di Terminal Luragung, dan hingga kini masih menjadi favorit masyarakat.

Ketempling, Keripik Singkong Kopong

Olahan singkong khas Kuningan ini dikenal dengan nama ketempling. Berbentuk bulat dan kopong di tengah, camilan ini renyah dan gurih. Tersedia dalam varian original maupun oncom, ketempling sering dijadikan oleh-oleh wisatawan.

Tahu Lamping atau Tahu Kopeci

Kuningan juga memiliki tahu khas yang dikenal sebagai tahu lamping atau tahu kopeci. Kudapan ini mirip tahu Sumedang, tetapi teksturnya lebih lembut, baik kulit maupun isinya. Paling nikmat jika disantap hangat dengan lontong dan cabai rawit.

Rujak Kangkung, Segar dan Pedas

Selain rujak buah, Kuningan memiliki rujak kangkung yang tak kalah unik. Kangkung rebus disiram sambal rujak dengan tambahan asam jawa sehingga menghasilkan rasa segar sekaligus pedas. Menu ini banyak ditemui di warung kuliner khas Kuningan.

Peuyeum Ketan, Tape Hijau Legendaris

Olahan ketan khas Kuningan adalah peuyeum ketan atau tape ketan hijau. Proses fermentasi dengan daun jambu dan pembakaran kayu bakar membuatnya memiliki aroma khas dan rasa manis legit. Biasanya dijual di pusat oleh-oleh.

Kue Satu, Manisnya Kacang Hijau

Makanan tradisional lain adalah kue satu, terbuat dari kacang hijau sangrai yang ditumbuk lalu dicetak. Menariknya, kue ini tidak dipanggang maupun digoreng, melainkan dijemur hingga kering di bawah sinar matahari.

Keripik Gadung, Renyah Namun Eksotis

Makanan terakhir adalah keripik gadung. Terbuat dari umbi gadung yang sebenarnya beracun, proses pengolahannya cukup rumit agar aman dikonsumsi. Setelah digoreng, keripik ini memiliki rasa asin gurih dan menjadi oleh-oleh khas yang kini mulai langka.

Dengan ragam kuliner tradisionalnya, Kabupaten Kuningan semakin memperkuat citranya sebagai daerah wisata yang lengkap. Tidak hanya keindahan alam, tetapi juga makanan khas Kuningan yang layak dicicipi wisatawan setiap kali berkunjung. (*)

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup