Ekonomi Kuningan Naik 6,94 Persen, Harga Pangan Masih Bikin Waswas
KUNINGANSATU.COM Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani menghadiri kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Ciayumajakuning Semester II Tahun 2026, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang digelar di Hotel Luxton Cirebon tersebut diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon. Forum ini menjadi sarana penguatan koordinasi dalam pengendalian inflasi daerah, stabilitas harga pangan, serta percepatan digitalisasi dan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.
Dalam forum tersebut, Pemkab Kuningan menyampaikan kondisi perekonomian daerah. Berdasarkan pointer Wakil Bupati, pertumbuhan ekonomi Kuningan pada Triwulan II 2026 mencapai 6,94 persen dan menjadi yang tertinggi keempat di Jawa Barat.
Meski pertumbuhan ekonomi menunjukkan perkembangan positif, pemerintah daerah tetap menaruh perhatian terhadap daya beli masyarakat dan stabilitas harga pangan.
Wabup Tuti menyampaikan, tekanan harga di Kuningan mulai mereda. Indeks Perkembangan Harga (IPH) tercatat 2,61 pada minggu keempat Agustus, kemudian turun menjadi 1,14 pada minggu pertama September dan 1,11 pada minggu kedua September.
Namun, sejumlah komoditas masih menjadi perhatian, di antaranya beras, cabai rawit merah dan daging ayam ras yang dalam tiga minggu terakhir harganya bergerak di atas HET/HAP. Sementara telur ayam ras dan cabai merah besar juga perlu diwaspadai karena harganya masih berfluktuasi.
Selain harga pangan, faktor kekeringan juga menjadi perhatian Pemkab Kuningan karena berpotensi memengaruhi produksi sejumlah komoditas. Beberapa wilayah sentra padi, cabai dan bawang merah tercatat berpotensi maupun sudah mengalami kekeringan.
Untuk menjaga stabilitas harga, Pemkab Kuningan telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari optimalisasi tiga kios pengendalian inflasi, yakni Masagi Mart, Rumah Sayur dan Kunci Bunda, hingga kolaborasi dengan Bank Indonesia melalui pipanisasi di Klaster Tunggul Rahayu, Desa Sagarahiang.
Pemkab juga melakukan gerakan tanam cabai, sosialisasi budidaya cabai dan pemanfaatan lahan pekarangan, optimalisasi pompanisasi pertanian, serta menerbitkan Surat Edaran tentang stabilisasi harga ayam ras hidup (livebird).
Dalam forum tersebut, Kuningan juga mendorong penguatan kerja sama antardaerah dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mempertemukan daerah surplus dan defisit, termasuk dalam hal komoditas, waktu ketersediaan hingga distribusinya.
“Prinsipnya sederhana: produksi kita jaga, pasokan kita pastikan, distribusi kita lancarkan, dan masyarakat kita lindungi dari gejolak harga,” demikian poin yang disampaikan dalam materi Wakil Bupati Kuningan.
Sementara itu, agenda HLM mencakup paparan arah program pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi nasional, paparan penguatan program se-Ciayumajakuning, sesi diskusi dan tanggapan kepala daerah, hingga penandatanganan kerja sama dan simbolis penyerahan bantuan.













