UBHI Sumbang Gagasan Penanganan Eceng Gondok Waduk Darma, Dorong Solusi Berbasis Kesehatan Lingkungan

KUNINGANSATU.COM – Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI) turut memberikan kontribusi pemikiran dalam upaya penanganan eceng gondok yang semakin meluas di kawasan Waduk Darma. Melalui forum diskusi strategis bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kuningan, Rabu (22/7/2026), UBHI mendorong lahirnya solusi yang berbasis kajian ilmiah dan berkelanjutan.

Pertemuan tersebut mempertemukan jajaran Bappeda dengan akademisi serta perwakilan dosen dari sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Kuningan guna merumuskan langkah konkret dalam mengatasi persoalan lingkungan yang berdampak terhadap fungsi waduk maupun kesehatan masyarakat.

Mewakili Rektor UBHI, Dr. Bibit Nasrokhatun Diniah, S.KM., M.Kes., yang juga dosen Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat dan Sekretaris Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat, memaparkan berbagai rekomendasi penanganan eceng gondok dari perspektif kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali bukan hanya mengganggu estetika dan fungsi hidrologis Waduk Darma, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan. Hamparan eceng gondok yang padat dapat menjadi tempat berkembang biaknya vektor penyakit, seperti nyamuk, sekaligus menurunkan kualitas air akibat proses pembusukan material organik.

“Penanganan eceng gondok di Waduk Darma memerlukan pendekatan yang komprehensif. Selain pembersihan secara mekanis, pengendalian pencemaran nutrisi atau eutrofikasi pada sumber air serta edukasi pengelolaan limbah kepada masyarakat menjadi langkah penting dari perspektif kesehatan lingkungan,” ujar Dr. Bibit.

Ia juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan community-based health hazards prevention. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya terlibat dalam kegiatan pembersihan, tetapi juga mampu mengolah eceng gondok menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dengan tetap memperhatikan aspek sanitasi dan higienitas.

UBHI berharap sinergi antara Bappeda Kabupaten Kuningan, kalangan akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan dapat menghasilkan rumusan kebijakan serta rencana aksi yang berbasis data ilmiah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kelestarian ekosistem Waduk Darma sekaligus melindungi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup