Semangat Persatuan hingga Kemandirian Ekonomi, Rokhmat Ardiyan Soroti Peran Strategis NU di Kuningan

KUNINGANSATU.COM,- Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, H. Rokhmat Ardiyan, menegaskan pentingnya peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam memperkuat persatuan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi umat. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Halal Bihalal dan Rapat Koordinasi Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Jawa Barat yang digelar di Arunika, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Sabtu (25/4/2026).
Dalam sambutannya, Rokhmat mengajak seluruh elemen NU untuk membangkitkan semangat gotong royong dan kebersamaan sebagai fondasi utama membangun bangsa. Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran ulama dan pengurus PWNU Jawa Barat yang dinilai konsisten menjaga nilai-nilai kebangsaan.
“Yang paling penting adalah membangkitkan semangat persatuan, semangat gotong royong. Dari sinilah lahir kekuatan besar untuk kemajuan umat dan bangsa,” ujarnya di hadapan para kiai, ulama, dan tamu undangan.
Rokhmat menilai LBM sebagai lembaga strategis yang tidak hanya berperan dalam kajian keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam merespons isu-isu kebangsaan, termasuk ekonomi dan sumber daya alam. Ia menekankan bahwa tantangan global saat ini menuntut kesiapan Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan, energi, hingga pengelolaan sumber daya strategis.
Menurutnya, kekayaan alam Indonesia yang melimpah harus dikelola secara optimal demi kesejahteraan rakyat. Ia menyinggung potensi besar sektor pertambangan dan energi yang, jika dikelola dengan baik, mampu memberikan kontribusi signifikan bagi negara.
“NU harus menjadi bagian dalam penyelamatan aset-aset bangsa. Potensi ekonomi umat ini luar biasa, apalagi jumlah warga NU sangat besar,” katanya.
Lebih lanjut, ia mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha baru dari kalangan NU sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi. Rokhmat bahkan mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari sisi spiritual, tetapi juga dari kemampuan membangun kesejahteraan secara menyeluruh.
“Kita tidak cukup hanya sukses secara ibadah, tapi juga harus sukses dalam ilmu, ekonomi, keluarga, organisasi, dan sosial,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan dukungan terhadap program-program pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto, seperti hilirisasi industri, ketahanan pangan, hingga program makan bergizi gratis yang disebutnya telah menyasar jutaan masyarakat, termasuk kalangan pesantren.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua PWNU Jawa Barat, para kiai sepuh, serta Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani. Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban, ditutup dengan yel-yel yang dipimpin Rokhmat untuk membangkitkan semangat peserta.
“NU!” serunya, yang langsung dijawab hadirin dengan lantang, “Bersatu!”
Momentum ini menjadi penegasan bahwa peran NU tidak hanya sebagai penjaga nilai keagamaan, tetapi juga sebagai motor penggerak kemajuan sosial dan ekonomi bangsa.

















