47 Tahun Tak Menghalangi, Guru Besar PBSS Kuningan Naik Level Jadi Pelatih Silat Madya Jabar
KUNINGANSATU.COM – Komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) terus ditunjukkan Perguruan Baroedak Silat Sekolah (PBSS) Pencak Silat Klub Bersatu atau PBSS Kuningan. Terbaru, Guru Besar PBSS Kuningan, Iyan Irwandi, mengikuti pelatihan dan sertifikasi pelatih pencak silat tingkat Provinsi Jawa Barat dengan peningkatan jenjang dari kelas III (muda) menjadi kelas II (madya).
Pelatihan yang digelar Pengurus Daerah Ikatan Pencak Silat Indonesia (Pengda IPSI) Jawa Barat tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 22 hingga 25 Juli 2026 di Hotel California Bandung. Kegiatan ini diikuti 50 peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat, dengan satu peserta pelatih tingkat muda dinyatakan belum memenuhi kompetensi.
Sebelumnya, Iyan Irwandi juga telah mengikuti pelatihan pelatih daerah kelas III (muda) tingkat Jawa Barat pada Maret 2014 di Hotel Trio Bandung. Di usianya yang kini menginjak 47 tahun, ia kembali meningkatkan kapasitasnya sebagai pelatih dengan mengikuti jenjang yang lebih tinggi.
Bagi Iyan, PBSS Kuningan yang resmi berdiri sejak 3 Mei 2019 dan kini memiliki 23 satuan latihan (Satlat) di kaki Gunung Ciremai, peningkatan kualitas pengurus dan pelatih menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang kuat.
Sebuah perguruan silat, kata Iyan, tidak hanya dinilai dari jumlah anggota maupun sederet prestasi yang diraih, tetapi juga dari kualitas SDM yang mampu mengembangkan potensi para atlet secara berkelanjutan.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah tokoh olahraga nasional seperti Prof. Dr. Mulyana, M.Pd., Dr. Asep Sumpena, S.Pd., M.Pd., Drs. Ferry Hendarsin, M.Pd., serta Diana Hasansulama, S.Psi., M.T., selaku psikolog.
Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada pengalaman bertanding atau teknik dasar kepelatihan, tetapi juga pendekatan berbasis sport science. Para pelatih dibekali pemahaman mengenai sistem energi, prinsip latihan, pengembangan kekuatan, daya tahan, kecepatan, fleksibilitas, mobilitas, mental training hingga penyusunan program latihan.
Selain mendapatkan materi, peserta juga menjalani dua kali ujian yang menguji kemampuan, wawasan, serta pemahaman terkait ilmu kepelatihan.
Pria yang merupakan salah satu jurnalis senior di Kabupaten Kuningan ini juga mengatakan, pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus membuka wawasan dalam mengembangkan potensi atlet, khususnya para anggota PBSS Kuningan di setiap satuan latihan.
“Alhamdulillah. Dari para mentor yang luar biasa, saya menjadi lebih tercerahkan untuk bagaimana mengembangkan potensi atlet terutama para anggota di setiap satlat agar ke depannya dapat lebih berkembang sekaligus menelorkan atlet berpotensi,” ujar Guru Besar PBSS Kuningan, Iyan Irwandi, Sabtu, (1/8/2026).
Selain ilmu yang diperoleh dari para pemateri, Iyan juga mengaku mendapat banyak pengalaman dari sesama pelatih yang berasal dari berbagai daerah. Diskusi mengenai metode latihan laga/tanding maupun seni menjadi salah satu hal yang memperkaya wawasan selama kegiatan berlangsung.
Pelatihan tersebut juga diikuti oleh sejumlah pelatih dari berbagai latar belakang, mulai dari perwakilan Pelatih Tim Garuda, pelatih Jawa Timur (Jatim), hingga pelatih kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Iyan menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pengurus IPSI Kabupaten Kuningan yang telah memberikan rekomendasi sehingga dirinya dapat mengikuti penataran dan sertifikasi pelatih tingkat Jawa Barat.
“Terima kasih kepada Pak Ketua IPSI Kuningan beserta jajarannya yang telah memberikan rekomendasi untuk mengikuti penataran dan sertifikasi pelatih Jabar sehingga akhirnya dapat menambah ilmu di tengah perguruan dan daerah lainnya lebih maju beberapa langkah,” tutur pria yang juga mantan Ketua PWI Kabupaten Kuningan ini.
Dengan peningkatan kapasitas pelatih tersebut, PBSS Kuningan berharap mampu mencetak atlet-atlet pencak silat berprestasi sekaligus memperkuat perkembangan olahraga bela diri tradisional di Kabupaten Kuningan.***















