3 Finalis Unjuk Karya, Logo Hari Jadi Kuningan ke-528 Masuk Babak Penentuan
KUNINGANSATU.COM,- Tiga finalis terbaik desain visual Logo Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528 mempresentasikan karya mereka dalam kegiatan Presentasi Finalis dan Kurasi Portofolio Desain Visual Logo Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528 di Ruang Rapat Sang Adipati, Gedung Setda Kabupaten Kuningan, Senin (20/7/2026).
Ketiga karya tersebut merupakan hasil seleksi dari proses kurasi yang dilakukan secara terbuka dan profesional. Setelah melewati tahapan presentasi dan penilaian, Pemerintah Kabupaten Kuningan berencana menyerahkan tiga desain terbaik tersebut kepada masyarakat untuk menentukan logo yang akan menjadi identitas resmi Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengaku terkesan dengan kualitas karya yang dihasilkan para finalis. Menurutnya, proses tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Kuningan memiliki talenta-talenta muda dengan kemampuan kreatif yang mumpuni, khususnya di bidang desain grafis.
“Ya tadi itu paparan tiga finalis, yang tiga terbaik, untuk kita melihat sampai sejauh mana hasil karya terbaik ini. Ternyata talenta-talenta muda Kuningan luar biasa, dari desain grafisnya,” ujar Dian.
Ia menegaskan, logo Hari Jadi Kabupaten Kuningan tidak boleh hanya menarik secara visual. Lebih dari itu, logo tersebut harus mampu merepresentasikan identitas, semangat, serta berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Kuningan.
Sebab, menurutnya, logo Hari Jadi bukan hanya milik pemerintah daerah, melainkan juga menjadi bagian dari identitas masyarakat Kuningan.
“Karena ini logo bukan hanya milik pemerintah daerah, milik masyarakat, maka nanti diserahkan hasil tiga besar ini kepada masyarakat, mana yang terbaik,” katanya.
Dian menjelaskan, setiap desain yang dipresentasikan memiliki kekuatan masing-masing. Selain menonjolkan aspek estetika, ketiga karya tersebut dinilai mampu mengangkat berbagai unsur penting, mulai dari semangat pembangunan, optimisme masa depan, lingkungan, potensi alam, hingga kekayaan budaya Kabupaten Kuningan.
“Logo ini tidak hanya menarik secara visual, tapi juga harus mengandung makna, mengandung arti tentang semangat, tentang lingkungan, tentang optimisme Kuningan ke depan, tentang potensi alam, potensi budaya,” ungkapnya.
Ia menyebut, unsur budaya seperti angklung juga menjadi salah satu elemen yang diangkat dalam desain logo yang dipresentasikan para finalis. Hal itu dinilai penting untuk memastikan identitas visual Hari Jadi Kuningan tetap memiliki keterkaitan kuat dengan karakter dan kekayaan budaya daerah.
Selain memiliki makna filosofis, Dian juga menekankan bahwa logo terpilih harus mudah diterapkan di berbagai media. Identitas visual tersebut diharapkan mampu tampil kuat di media sosial, mudah dikenali, serta menarik perhatian generasi muda, khususnya kalangan milenial dan Gen Z.
“Secara visual menarik, mengandung makna, mengandung filosofi. Saya kira nanti masyarakat yang memilih,” ujarnya.
Dian juga menyinggung penggunaan warna yang telah menjadi bagian dari identitas visual Kabupaten Kuningan. Warna hijau toska dan kuning emas yang digunakan dalam identitas visual Grand City Kuningan, menurutnya, memiliki makna yang erat dengan semangat optimisme, kelestarian alam, lingkungan, serta tradisi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, U Kusmana, saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh finalis. Ia menilai karya-karya yang dihasilkan mampu melampaui ekspektasi dan menunjukkan kecintaan generasi muda terhadap daerahnya.
Menurut U Kusmana, logo merupakan identitas visual yang mampu merangkum perjalanan sebuah daerah. Karena itu, logo Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528 harus mampu menjadi jembatan antara kejayaan sejarah masa lalu dan cita-cita pembangunan Kuningan di masa depan.
“Logo adalah manifestasi sebuah peradaban yang diringkas dalam sebuah identitas visual. Logo Hari Jadi Kuningan ke-528 harus menjadi jembatan antara kejayaan sejarah masa lalu dengan cita-cita besar pembangunan Kuningan di masa depan,” kata U Kusmana.
Ia menegaskan, proses kurasi dilakukan secara serius agar logo yang terpilih nantinya memiliki filosofi yang kuat dan mampu merepresentasikan kehidupan masyarakat Kuningan.
“Melalui proses kurasi ini kita sedang memilih sebuah mahakarya sejarah. Karya yang terpilih nantinya akan menjadi wajah resmi Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528 dan dikenang sebagai bagian dari perjalanan daerah ini,” ujarnya.
U Kusmana juga mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan bersama Dewan Kebudayaan yang telah membuka ruang kolaborasi bagi para desainer lokal melalui mekanisme seleksi dan kurasi.
Menurutnya, proses seleksi tahun ini menjadi langkah baru karena tidak hanya menilai hasil akhir desain, tetapi juga melihat portofolio serta kemampuan para finalis dalam mempresentasikan gagasan di balik karya mereka.
Kepada para finalis, U Kusmana menyampaikan bahwa keberhasilan mencapai tiga besar sudah menjadi pencapaian tersendiri. Ia menyebut karya-karya tersebut akan menjadi bagian dari sejarah perjalanan Kabupaten Kuningan.
“Apapun hasil penilaian nanti, Saudara semua sudah menjadi bagian dari sejarah Kabupaten Kuningan. Karya-karya ini akan menjadi bukti bahwa anak-anak muda Kuningan memiliki kreativitas, kemampuan, dan kepedulian terhadap daerahnya,” ungkapnya.
Pemkab Kuningan berharap momentum Hari Jadi ke-528 tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan dan optimisme masyarakat. Identitas visual yang nantinya terpilih diharapkan mampu menjadi penanda yang kuat, mudah diingat, serta merepresentasikan semangat Kuningan untuk terus maju, berdaya saing, dan sejahtera.
















