28 Siswa Ciwaru Diduga Keracunan MBG, Nama Kader PDIP Ikut Disebut, Nuzul: Kita Akan Laporkan ke DPD!

KUNINGANSATU.COM – Instruksi tegas PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan yang melarang kadernya terlibat dalam pengelolaan maupun mencari keuntungan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan.

Hal itu menyusul munculnya dugaan gangguan kesehatan yang dialami 28 siswa SMPN 2 Ciwaru pada Senin (14/9/2026).

Puluhan siswa tersebut mengalami keluhan pusing dan mual. Kejadian itu kemudian dikaitkan dengan makanan dalam program MBG, meski hingga kini penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan.

Dalam penelusuran awal, muncul penyebutan nama Apang yang dikaitkan dengan salah satu dapur penyedia makanan MBG. Apang yang dimaksud sendiri diduga sebagai salah satu mantan anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi PDI Perjuangan.

Kondisi tersebut kemudian dikaitkan kembali dengan sikap Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, yang sebelumnya telah memberikan instruksi agar kader partainya tidak terlibat dalam pengelolaan MBG.

Saat dimintai tanggapan mengenai dugaan kejadian tersebut apabila benar berkaitan dengan dapur milik salah seorang kader PDI Perjuangan, Nuzul menegaskan bahwa setiap pihak yang terbukti melakukan kesalahan harus dievaluasi.

Nuzul juga kembali menyinggung sikap partainya yang sejak awal telah memberikan penegasan agar kader PDI Perjuangan tidak terlibat dalam pengelolaan program MBG.

Menurutnya, apabila kemudian terdapat kader yang benar-benar terbukti berkaitan dengan pengelolaan tersebut, persoalannya akan terlebih dahulu dikoordinasikan dengan struktur partai di atasnya.

“Kaitan dengan waktu itu kan PDI secara tegas bahwa kadernya jangan terlibag MBG,” katanya kala dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (15/9/2026).

Ketika ditanya langkah partai apabila dugaan tersebut benar melibatkan kader PDI Perjuangan, Nuzul mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan struktur partai di tingkat pusat maupun DPD.

“Kami akan lakukan koordinasi dulu dengan pusat. Kita juga akan laporkan dan koordinasi dengan DPD,” ujarnya.

Meski demikian, Nuzul belum mengambil sikap lebih jauh karena status keterkaitan tersebut belum dinyatakan secara pasti.

Ia menegaskan partai masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan duduk perkara sebenarnya.

“Belum. Ya, dan lihat hasil pemeriksaannya juga,” kata Nuzul.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Ciwaru, Budi Harjono Aristia, M.Pd., memastikan jumlah siswa yang mengalami keluhan masih sebanyak 28 orang dan belum terdapat tambahan kasus.

Para siswa telah mendapatkan penanganan dan masih dalam pemantauan. Keluhan yang dirasakan berupa pusing dan mual.

Pihak sekolah juga terus berkoordinasi dengan Puskesmas serta pihak terkait untuk memperoleh informasi medis dan memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut.

Lebih lanjut, Nuzul juga mengatakan dugaan keterkaitan antara kejadian yang dialami siswa dengan makanan MBG, termasuk penyebutan nama Apang dalam kaitannya dengan dapur penyedia makanan, masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut.

Sikap PDIP sendiri kini jelas, jika nantinya terbukti ada kader yang melanggar instruksi partai atau melakukan kesalahan, evaluasi akan dilakukan melalui mekanisme internal partai.

“Ya, siapapun lah kalau misalnya itu membuat kesalahan, ya harus dievaluasi,” tegas Nuzul.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup