Workshop Budidaya Maggot KKN MAs 66, Sulap Sampah Organik Jadi Peluang Ekonomi

KUNINGANSATU.COM, – Persoalan sampah organik di tengah masyarakat mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah–‘Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 66 menghadirkan solusi yang lebih produktif. Melalui Workshop Budidaya Maggot, mahasiswa mengajak masyarakat Desa Baturetno, Kabupaten Malang, belajar mengolah limbah organik sekaligus melihat peluang ekonomi dari sampah rumah tangga.

Kegiatan yang digelar pada 21 Agustus 2026 tersebut diikuti jajaran perangkat Desa Baturetno dan masyarakat setempat. Peserta terlihat antusias mengikuti materi yang membahas pemanfaatan maggot sebagai salah satu alternatif dalam mengurangi limbah organik, terutama sisa makanan dari rumah tangga.

Workshop tersebut tidak sekadar memperkenalkan cara membudidayakan maggot. Mahasiswa KKN MAs juga mengaitkan pengelolaan limbah organik dengan ketahanan pangan dan konsep ekonomi sirkular.

Dengan pendekatan tersebut, sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai diharapkan dapat dimanfaatkan kembali sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Ketua PCM Singosari, Ahmad Saifudin, dalam sambutannya menekankan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, manusia memiliki amanah untuk merawat lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawabnya sebagai khalifah di muka bumi.

«“Merawat dan menjaga lingkungan adalah kewajiban kita selaku makhluk yang diberikan akal dan dijadikan khalifah di muka bumi ini. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari,” ungkap Ahmad.»

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Baturetno, Solehan. Ia menilai mahasiswa KKN MAs telah menunjukkan kepedulian terhadap persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat.

«“Kami sangat senang dan bangga kepada mahasiswa KKN yang sudah peka dan memberikan solusi terkait pengolahan sampah, terkhusus sampah organik. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan mudah-mudahan dapat terus dikembangkan,” tutur Solehan.»

Untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh, workshop menghadirkan pemateri yang berpengalaman dalam bidang budidaya maggot dan ekonomi. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai teknis pemanfaatan maggot hingga potensi pengembangannya sebagai bagian dari kegiatan ekonomi produktif.

Pemateri, Ayahanda Wahyu Suci Utomo, S.Pi., M.P., mengatakan pemanfaatan maggot secara tepat tidak hanya berdampak terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi mendukung ekonomi masyarakat.

«“Ketika maggot ini dimanfaatkan dengan baik, maka efeknya bukan hanya memberikan dampak yang baik terhadap lingkungan, tetapi bisa juga memberikan dampak yang baik terhadap ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat,” jelas Wahyu.»

Menurut dia, konsep ekonomi sirkular membuka cara pandang baru dalam melihat sampah. Limbah organik tidak harus berakhir sebagai buangan, tetapi dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.

Sementara itu, mahasiswa KKN MAs dari Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan), Izzatun Nawawi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berawal dari keresahan masyarakat terhadap persoalan sampah dan pencemaran lingkungan.

«“Kegiatan ini kami adakan atas dasar keresahan masyarakat terhadap pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sampah, khususnya sampah organik dan sisa makanan dapur. Sehingga kami tidak hanya melihat dan menemukan masalah, tetapi juga berupaya memberikan solusi terkait pengolahan sampah tersebut melalui pemanfaatan maggot,” ujar Izzatun.»

Ia menambahkan, kehadiran mahasiswa KKN di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjalankan program kerja. Mahasiswa juga dituntut mampu membaca persoalan yang ada dan menawarkan inovasi yang dapat diteruskan masyarakat setelah masa pengabdian berakhir.

Antusiasme peserta dalam workshop menunjukkan bahwa persoalan sampah organik sekaligus peluang pemanfaatannya mulai mendapat perhatian. Edukasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari sumbernya dan mengolah limbah organik secara lebih tepat.

Melalui kegiatan ini, KKN MAs Kelompok 66 berharap budidaya maggot dapat terus dikembangkan di Desa Baturetno. Selain membantu mengurangi timbulan sampah organik, pemanfaatan maggot diharapkan mampu membuka peluang usaha baru dan memperkuat penerapan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.

Dari limbah menjadi berkah, dari kepedulian menjadi kebermanfaatan. Mengabdi, berkarya, dan berdampak.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup