Tidak Ada Jalan Tengah di Hadapan Allah, Pilihanmu Hanya Benar atau Salah

KUNINGANSATU.COM,- Manusia sering ingin menipu dirinya sendiri. Lidah mengaku beriman tapi hati masih menawar dengan dosa. Ingin mencium bau surga tapi masih betah duduk di tepi jurang neraka. Padahal Allah tidak pernah menawarkan jalan tengah. Dalam pandangan-Nya hanya ada dua pilihan, benar atau salah, iman atau kufur, taat atau durhaka. Tidak ada ruang abu-abu di hadapan keadilan Allah.

Allah berfirman dalam Surah Al-Kahfi ayat 29:

“Kebenaran itu datang dari Tuhanmu, maka barang siapa yang ingin beriman, berimanlah, dan barang siapa yang ingin kafir, biarlah ia kafir.”

Ayat ini bukan sekadar pernyataan tapi peringatan. Bahwa Allah telah menegakkan batas dengan sangat jelas. Barang siapa memilih kebenaran, surga adalah ganjarannya. Barang siapa berpaling dari kebenaran, maka neraka menjadi tempat kembalinya. Tidak ada wilayah netral. Tidak ada setengah surga, tidak ada setengah neraka.

Bagaimana mungkin seseorang berharap bau surga sementara langkahnya masih menapak di jalan maksiat. Bagaimana mungkin seseorang mengharap ampunan Allah sementara lisannya masih berdusta dan hatinya masih congkak menolak peringatan. Allah tidak menerima iman yang dicampur dengan nifaq. Tidak ada iman di hari Jum’at, dosa di hari Senin. Dalam timbangan Allah, kebenaran tidak pernah setengah.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak sempurna iman seseorang hingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa.”

Artinya keimanan bukan diukur dari ritual tapi dari ketundukan total. Karena kebenaran bukan teori, ia adalah keberpihakan. Dan dalam keberpihakan itu, kita harus memilih berpihak pada cahaya atau pada gelap. Tidak bisa keduanya.

Surga tidak menampung orang yang masih menggenggam maksiat. Neraka tidak menolak orang yang sudah tunduk sepenuh hati kepada Allah. Maka siapa yang berani bermain di tengah-tengah, sesungguhnya ia sedang mempermainkan nasibnya sendiri.

Ketahuilah, di sisi Allah tidak ada jalan tengah. Hanya ada dua akhir yang pasti

Jika benar, surga terbuka dengan segala kemuliaannya.

Jika salah, neraka menanti dengan murka yang tak bertepi.

Jangan berharap bisa mencium bau surga bila langkah masih menuju neraka. Jangan bermimpi meraih ridha-Nya bila masih bernegosiasi dengan dosa. Karena Allah tidak menciptakan ruang abu-abu bagi jiwa yang setengah taat.

Pilihlah kebenaran sepenuhnya sebelum waktu memaksa kita menanggung kesalahan selamanya.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup