IDI Kuningan Resmi Punya Nahkoda Baru, Bawa Misi Besar untuk Dunia Kesehatan

KUNINGANSATU.COM,- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Kuningan resmi memiliki ketua baru setelah dilantiknya dr. Arif Wibowo dalam sebuah rangkaian acara yang digelar di Hotel Grand Cordela AS Putra, Sabtu (18/4/26).
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari tiga agenda besar yang digelar secara bersamaan, yakni pelantikan pengurus, Halal Bihalal, serta Seminar Etik dan Hukum Kesehatan yang menghadirkan narasumber dari kalangan ahli.
Pergantian kepemimpinan ini merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Cabang (Muscab) yang sebelumnya menetapkan dr. Arif Wibowo sebagai ketua baru, menggantikan dr. Asep Hermana, Sp.B., yang telah memimpin selama kurang lebih tujuh tahun, termasuk di masa pandemi COVID-19.
Ketua panitia, dr. Fadli, dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal komitmen baru bagi seluruh anggota IDI untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Tema yang kita usung adalah ‘Satu IDI: Solid dalam Melayani, Tangguh dalam Berbakti, dan Profesional Beretika’. Ini menjadi janji bersama untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua IDI Kuningan yang baru dilantik, dr. Arif Wibowo, menegaskan bahwa tantangan dunia kedokteran ke depan semakin kompleks. Mulai dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tuntutan pelayanan publik, hingga persoalan etik dan hukum yang kian dinamis.
“Dokter tidak cukup hanya memahami aspek medis, tetapi juga harus memahami hukum kesehatan. Ini penting agar dalam praktik sehari-hari kita bisa memberikan pelayanan yang aman dan profesional,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya soliditas antaranggota serta kolaborasi lintas profesi kesehatan. Menurutnya, IDI harus menjadi “rumah besar” yang nyaman bagi seluruh dokter di Kabupaten Kuningan.
“Ke depan, kita ingin memperkuat kebersamaan, meningkatkan kompetensi, serta memperluas pengabdian kepada masyarakat,” ucapnya.
Dukungan juga datang dari IDI Wilayah Jawa Barat. Wakil Ketua, dr. Sukwanto Gamalyono, menyebut kepengurusan baru ini memegang amanah besar di tengah berbagai tantangan sistem kesehatan.
Ia menyoroti pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah serta organisasi profesi lain seperti PPNI, IBI, dan PDGI, guna meminimalisir konflik di lapangan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
“IDI tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi menjadi kunci agar persoalan di lapangan, termasuk konflik antar tenaga kesehatan dan tantangan regulasi, bisa diselesaikan bersama,” ujarnya.
Acara ini turut dihadiri unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, organisasi profesi kesehatan, serta ratusan dokter anggota IDI Kuningan.
Dengan kepemimpinan baru ini, IDI Kuningan diharapkan mampu melanjutkan capaian sebelumnya sekaligus menjawab berbagai tantangan ke depan, demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Kuningan.


















