Temui Menteri LH Jumhur, Wabup Tuti Dorong Kuningan Jadi Pilot Project Pengelolaan Sampah
KUNINGANSATU.COM – Persoalan eceng gondok yang semakin meluas di Waduk Darma hingga penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi fokus pembahasan Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, saat bertemu Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, di Bandung, Sabtu (11/7/2026).
Dalam audiensi tersebut, Tuti hadir mewakili Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., bersama sejumlah kepala daerah lainnya dari Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Garut untuk menyampaikan berbagai isu lingkungan yang menjadi perhatian di daerah masing-masing.
Bagi Kabupaten Kuningan, keberadaan eceng gondok yang menutupi sebagian kawasan Waduk Darma menjadi salah satu persoalan yang memerlukan penanganan bersama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Menanggapi hal tersebut, Menteri Lingkungan Hidup menyampaikan rencana pelaksanaan agenda nasional dalam rangka memperingati Hari Danau Nasional yang jatuh pada 26 Agustus mendatang.
Kegiatan tersebut akan diisi dengan aksi pembersihan danau, situ, sungai, serta kawasan perairan lainnya di berbagai daerah di Indonesia.
“Alhamdulillah Pak Menteri menyampaikan pada 26 Agustus nanti akan ada kegiatan Hari Danau Nasional yang diisi aksi pembersihan danau, sungai, dan kawasan perairan lainnya,” ujar Tuti, Sabtu (11/7/2026).
Tak hanya membahas persoalan Waduk Darma, Tuti juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan keberhasilan Kabupaten Kuningan dalam pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat melalui Desa Kertayasa yang berhasil meraih predikat desa terbersih kedua tingkat nasional.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses edukasi dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah yang dimulai dari lingkungan rumah tangga.
Saat ini, sekitar 200 desa di Kabupaten Kuningan telah tergabung dalam Paguyuban Rumah Sadulur Kuningan. Melalui gerakan tersebut, pemerintah desa bersama masyarakat terus mendorong budaya memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya sebelum berakhir di tempat pembuangan akhir.
Upaya tersebut rupanya mendapat respons positif dari Menteri Lingkungan Hidup. Bahkan, Kabupaten Kuningan dinilai memiliki peluang untuk menjadi daerah percontohan dalam penerapan pengelolaan sampah berbasis masyarakat bagi daerah lain di Indonesia.
“Insyaallah Kuningan bisa menjadi pilot project untuk kabupaten-kabupaten lain. Keberhasilan Desa Kertayasa menjadi juara nasional tentu tidak mudah, dan itu lahir dari komitmen para kepala desa serta Paguyuban Rumah Sadulur Kuningan dalam menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.
Melalui sinergi yang dibangun bersama Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap penanganan persoalan sampah dan eceng gondok di Waduk Darma dapat dilakukan lebih cepat dan terintegrasi, sekaligus memperluas penerapan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di berbagai wilayah.***
















