HIMATEPA UNISA Terjun ke Industri, Belajar Produksi Roti hingga Peluang Kemitraan
KUNINGANSATU.COM,– Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HIMATEPA) Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan tidak hanya belajar teori di ruang kelas. Pada Sabtu (11/7/2026), mereka turun langsung ke dunia industri melalui kegiatan Industrial Visit Series di Rumah Roti Anafa Mandiri untuk mengenal proses produksi pangan sekaligus melihat peluang membangun usaha di bidang bakery.
Kegiatan yang diikuti mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan UNISA Kuningan ini merupakan bagian dari program kerja HIMATEPA yang bertujuan mempertemukan mahasiswa dengan praktik industri secara langsung. Selama kunjungan, peserta diajak menyaksikan setiap tahapan pembuatan roti, mulai dari pemilihan bahan baku, pencampuran adonan, fermentasi, pembentukan adonan, proses pemanggangan hingga pengemasan produk dengan standar kebersihan dan keamanan pangan.
Pemilik Rumah Roti Anafa Mandiri, Arip Saripudin KSH, mengatakan, keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga konsistensi menjaga cita rasa, pelayanan kepada pelanggan, serta kemampuan berinovasi mengikuti perkembangan pasar.
“Produk yang baik harus dibarengi dengan pelayanan yang baik dan inovasi yang terus dilakukan agar usaha mampu bertahan dan berkembang,” ujarnya di hadapan peserta.
Dalam kesempatan tersebut, Arip juga memperkenalkan program kemitraan yang dikembangkan Rumah Roti Anafa Mandiri. Melalui skema tersebut, masyarakat maupun mahasiswa dapat memulai usaha penjualan roti tanpa harus membangun fasilitas produksi sendiri.
“Konsep kemitraan yang kami tawarkan cukup sederhana. Mitra cukup fokus pada penjualan karena produk sudah kami siapkan dengan kualitas yang terjaga. Bahkan kami juga menyediakan gerobak untuk mendukung operasional mitra sehingga mereka bisa memulai usaha dengan modal yang lebih ringan,” jelasnya.
Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus mendorong lahirnya wirausaha muda di Kabupaten Kuningan melalui sistem usaha yang lebih mudah dan terjangkau.
Ketua HIMATEPA UNISA Kuningan, Yopi Nugraha, menuturkan bahwa Industrial Visit Series dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman nyata mengenai dunia industri sekaligus memahami peluang karier setelah lulus.
“Kami ingin mahasiswa melihat bahwa lulusan Teknologi Pangan tidak hanya memiliki peluang bekerja di perusahaan, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha atau menjalin kemitraan dengan industri lokal. Pengalaman seperti ini menjadi bekal penting untuk menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha,” katanya.
Selain mendengarkan pemaparan materi, mahasiswa juga mengikuti sesi diskusi interaktif, observasi proses produksi, serta tanya jawab mengenai pengendalian mutu, strategi pemasaran, pengembangan produk, hingga pengelolaan bisnis. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, HIMATEPA UNISA Kuningan berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku industri lokal terus diperkuat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan jiwa kewirausahaan yang siap bersaing di dunia industri pangan.
















