Belajar Masak Sambil Bermain! Mahasiswi Unisa Sulap Anak-anak Jadi Little Chef

KUNINGANSATU.COM, – Suasana penuh keceriaan terlihat di Kalimanggis Kulon, Kabupaten Kuningan, Jumat (10/7/2026), saat puluhan anak mengikuti kegiatan Cooking Fun: Little Chef Cinta Makanan Sehat dan Bergizi yang digelar oleh Nur Dianah Sri Komariah, mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Al-Ihya Kuningan.

Kegiatan edukatif tersebut menghadirkan konsep belajar sambil bermain (learning by doing) dengan mengajak anak-anak mengenal makanan sehat melalui pengalaman memasak secara langsung. Tidak hanya menjadi ajang bermain, kegiatan ini juga dirancang untuk menanamkan kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi sejak usia dini.

Nur Dianah Sri Komariah mengatakan, kegiatan tersebut berangkat dari keinginan menghadirkan pembelajaran yang lebih menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak-anak. Menurutnya, proses belajar tidak harus selalu dilakukan di dalam kelas, tetapi juga dapat dikemas melalui aktivitas yang memberi pengalaman nyata.

“Cooking Fun ini menjadi media belajar yang menyenangkan bagi anak. Selain mengenalkan pentingnya makanan sehat dan bergizi, anak-anak juga belajar mandiri, berkreasi, melatih motorik, hingga membangun rasa percaya diri melalui kegiatan memasak sederhana,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah membiasakan anak mencintai makanan sehat melalui pengalaman yang menyenangkan. Dengan terlibat langsung dalam proses pembuatan makanan, diharapkan anak memiliki ketertarikan untuk mengonsumsi buah, jagung, dan makanan bergizi lainnya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, kegiatan tersebut juga dirancang untuk mengembangkan kemampuan motorik halus, kreativitas, komunikasi, kerja sama, serta kemampuan mengikuti instruksi sesuai dengan tahap perkembangan masing-masing peserta.

Agar proses belajar lebih efektif, panitia membagi menu masakan berdasarkan kelompok usia. Peserta pra sekolah membuat Sate Buah Pelangi, yang dinilai aman dan mampu melatih koordinasi tangan saat menyusun potongan buah.

Sementara peserta TK dan PAUD membuat Jasuke (Jagung Susu Keju) dengan memipil jagung sendiri sebagai latihan motorik halus dan ketelitian. Adapun peserta tingkat SD mendapat tantangan membuat Sop Buah Ceria, mulai dari memotong buah , mencampur bahan, hingga menghias hasil sajian.

“Pembagian menu disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak agar mereka mendapatkan pengalaman belajar yang aman, menyenangkan, sekaligus menantang,” jelasnya.

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat sejak awal acara. Anak-anak tampak aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari pembukaan, permainan edukatif, hingga praktik memasak bersama.

Mereka terlihat saling bekerja sama, bertanya kepada pendamping ketika mengalami kesulitan, dan menikmati setiap proses yang dilakukan. Senyum bangga pun terpancar ketika hasil masakan berhasil diselesaikan dan dipamerkan kepada guru maupun teman-temannya.

Menurut Nur Dianah, suasana ceria dan interaktif yang tercipta menjadi bukti bahwa pembelajaran melalui pengalaman langsung mampu memberikan kesan positif bagi anak-anak.

“Dengan kegiatan seperti ini, kami berharap anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga tumbuh kesadaran untuk memilih makanan sehat sebagai bagian dari gaya hidup sejak usia dini,” pungkasnya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup