Tangis Perpisahan Warnai Penarikan KKN UM Kuningan di Desa Selajambe

KUNINGANSATU.COM,- Suasana haru mewarnai penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) di Desa Selajambe, Kecamatan Selajambe, Kabupaten Kuningan, Jumat (4/9/2026).

Bertempat di Balai Desa Selajambe, kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian para mahasiswa setelah menjalankan berbagai program bersama masyarakat selama berada di desa tersebut.

Acara penarikan berlangsung khidmat dan penuh rasa kekeluargaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Selajambe H. Suhedi, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nika Cahyati, M.Pd., jajaran aparatur Pemerintah Desa Selajambe, tokoh masyarakat, serta seluruh mahasiswa KKN UM Kuningan.

Selama menjalankan KKN, mahasiswa tidak hanya beraktivitas di lingkungan pemerintahan desa. Berbagai program kerja juga digelar dengan menyasar sejumlah bidang yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Mulai dari kegiatan pendidikan di tingkat sekolah dasar dan menengah, kegiatan kesehatan masyarakat, program keagamaan, hingga pemberdayaan ekonomi warga menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa selama berada di Desa Selajambe.

Ketua KKN UM Kuningan Desa Selajambe, Dhiya Abdillah, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah desa dan masyarakat yang telah menerima kehadiran mahasiswa dengan baik.

Menurutnya, dukungan dan keterbukaan warga menjadi bagian penting dalam kelancaran pelaksanaan seluruh program KKN.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kepala Desa, seluruh jajaran pemerintahan desa, serta masyarakat Selajambe yang telah menerima, membimbing, dan mendukung kami bagaikan keluarga sendiri selama melaksanakan program KKN di sini,” ujar Dhiya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat sikap maupun perkataan mahasiswa yang kurang berkenan di hati masyarakat.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh warga apabila selama bertugas terdapat tutur kata, sikap, maupun tindakan kami yang kurang berkenan, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja,” lanjutnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Selajambe H. Suhedi bersama DPL Nika Cahyati, M.Pd. Keduanya mengapresiasi dedikasi dan kerja sama yang telah ditunjukkan mahasiswa selama menjalankan program pengabdian di Desa Selajambe.

Kehadiran mahasiswa KKN UM Kuningan dinilai tidak hanya memberikan pengalaman bagi para mahasiswa, tetapi juga menghadirkan sejumlah kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, mahasiswa secara resmi kembali ke kampus untuk melanjutkan aktivitas akademiknya.

Namun, penarikan mahasiswa bukan berarti hubungan yang telah terjalin selama KKN harus berakhir. Para mahasiswa berharap komunikasi dan silaturahmi dengan masyarakat Desa Selajambe tetap terjaga meski masa pengabdian telah selesai.

Bagi mahasiswa, Desa Selajambe bukan sekadar lokasi pelaksanaan KKN. Interaksi selama menjalankan program membuat hubungan dengan warga tumbuh menjadi ikatan kekeluargaan yang meninggalkan kesan tersendiri.

Masa pengabdian boleh berakhir, tetapi pengalaman, kontribusi, dan kenangan yang terbangun bersama masyarakat diharapkan tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan para mahasiswa UM Kuningan.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup