Tangis Haru di Padarek: HRA dan Wabup Tuti Turun Tangan Bantu Keluarga Siswa Sekolah Rakyat
KUNINGANSATU.COM,- Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi Gerindra, Rokhmat Ardiyan (HRA), bersama Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, melakukan kunjungan kemanusiaan ke rumah salah satu siswa Sekolah Rakyat di Desa Padarek, Kecamatan Kuningan, Kamis (7/5/2026). Kunjungan tersebut sekaligus menjadi langkah awal untuk menyiapkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Rombongan pemerintah daerah turut mendampingi, mulai dari Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan Tatiek Ratna Mustika, Camat Kuningan, Kapolsek Kuningan, hingga Kepala Desa Padarek Nana Sukmana.
Kedatangan HRA dan Wabup Tuti bertujuan melihat langsung kondisi keluarga siswa Sekolah Rakyat yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan tengah menghadapi masalah kesehatan serius. Sang ibu, Rina, diketahui sedang berjuang melawan kanker payudara dan harus rutin menjalani kemoterapi. Sementara sang ayah, Yusuf, juga mengalami gangguan kesehatan.
Melihat situasi itu, HRA menyampaikan rasa terpukul sekaligus kagum terhadap ketegaran keluarga tersebut.
“Ibu Rina sedang berjuang melawan kanker dan harus menjalani kemo. Pak Yusuf juga sakit dan membutuhkan perhatian. Tapi anak-anaknya luar biasa, mereka tangguh dan penuh semangat,” ujar HRA.
Ia menegaskan, negara tidak boleh absen ketika masyarakat berada dalam kondisi sulit, baik secara kesehatan maupun ekonomi.
Dalam kesempatan itu, HRA juga menyoroti peran penting Sekolah Rakyat yang menjadi ruang belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Beberapa siswa seperti Fauziah, Hasan, dan Ruhi menjadi bukti bahwa pendidikan alternatif ini mampu menjaga hak anak untuk tetap bersekolah.
“Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi ketika keluarga menghadapi kesulitan. Anak-anak tetap bisa belajar, tetap bisa bermimpi,” ungkapnya.
HRA memastikan bahwa ia bersama pemerintah daerah akan mengupayakan bantuan Rutilahu untuk keluarga tersebut.
“Insyaallah saya dan Ibu Wabup akan membawa program Rutilahu untuk mereka. Semoga langkah ini bisa meringankan beban keluarga,” katanya.
Selain bantuan rumah, biaya pengobatan keluarga itu juga telah dijamin melalui BPJS Kesehatan. HRA menambahkan, pihaknya memberikan modal usaha untuk membantu kebutuhan harian keluarga.
“Anak-anak ini berjualan sambal, ketan, getuk, sampai tisu. Mereka berdagang dari Siliwangi hingga Palutungan. Semangat mereka harus kita dukung,” ujarnya.
Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan anak-anak kurang mampu tetap mendapatkan hak pendidikan.
“Alhamdulillah, sekarang anak-anak yang kurang beruntung mendapat perhatian dari pemerintah pusat dengan adanya Sekolah Rakyat,” tutur Tuti.
Ia menilai perkembangan siswa Sekolah Rakyat selama setahun terakhir sangat membanggakan.
“Dengan segala keterbatasan, mereka menunjukkan disiplin, kepercayaan diri, dan semangat belajar yang luar biasa,” ujarnya.
















