Pendidikan di Persimpangan: Industri vs Karakter Bangsa di Hardiknas 2026
KUNINGANSATU.COM,- Peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali menegaskan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun peradaban. Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Pendidikan yang baik bukan hanya mencerdaskan pikiran, tapi juga menumbuhkan karakter.”
Namun demikian, realitas yang terjadi saat ini menunjukkan adanya tantangan serius dalam dunia pendidikan. Berbagai kebijakan yang muncul kerap menimbulkan kekhawatiran di kalangan akademisi dan masyarakat. Pendidikan tidak jarang berada pada posisi yang rentan, bahkan berpotensi menjadi pihak yang terdampak dari arah kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak pada penguatan kualitas pendidikan itu sendiri.
Lebih lanjut, muncul wacana terkait penyesuaian atau bahkan penghapusan program studi pendidikan yang dianggap kurang relevan dengan kebutuhan industri. Hal ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai arah dan tujuan pendidikan nasional, apakah semata-mata diarahkan pada kebutuhan pasar, atau tetap berpegang pada fungsi utamanya sebagai pembentuk manusia seutuhnya.
Melalui momentum Hari Pendidikan Nasional ini, diharapkan seluruh pemangku kebijakan dapat menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama, serta merumuskan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan jangka pendek, tetapi juga pada keberlanjutan kualitas generasi bangsa.
Oleh : Izzatun Nawawi, mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Kuningan

















