Saat Pasokan Air Terbatas, Sidamulya Siapkan Sumur Bor untuk Lahan Pertanian

KUNINGANSATU.COM – Ketersediaan air menjadi salah satu penentu keberlangsungan usaha tani. Untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut, Pemerintah Desa Sidamulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, membangun sarana irigasi perpompaan berupa sumur bor dengan anggaran Rp155,7 juta dari APBN Tahun Anggaran 2026.

Pembangunan yang berlangsung mulai Oktober hingga Desember 2026 ini diharapkan menjadi solusi untuk membantu pengairan lahan pertanian masyarakat, terutama ketika pasokan air dari sumber irigasi yang tersedia belum mencukupi.

Kepala Desa Sidamulya, Omon, mengatakan pembangunan sumur bor tersebut merupakan langkah untuk memperkuat dukungan infrastruktur pertanian di desanya. Keberadaan sumber air alternatif dinilai penting agar kegiatan usaha tani masyarakat dapat berjalan lebih baik.

“Pembangunan sumur bor ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bagi para petani di Desa Sidamulya. Kami berharap keberadaan fasilitas sumur bor ini dapat memberikan manfaat nyata dalam menunjang kegiatan pertanian masyarakat, khususnya pada saat musim kemarau,” ujar Omon.

Program tersebut merupakan bantuan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian yang disalurkan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan.

Adapun pelaksanaan pembangunan dipercayakan kepada UPKK Kelompok Tani Mekar Jaya 2. Dengan anggaran sebesar Rp155.700.000, pekerjaan tersebut ditargetkan rampung sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Omon menegaskan, proses pembangunan harus memperhatikan kualitas pekerjaan dan ketepatan waktu. Ia berharap anggaran yang dialokasikan dapat menghasilkan fasilitas yang sesuai dengan perencanaan dan benar-benar dibutuhkan petani.

“Kami berharap pengerjaan ini berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan hasilnya sesuai dengan perencanaan. Yang terpenting, fasilitas ini nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani untuk membantu kelancaran pengairan lahan pertanian,” katanya.

Menurut Omon, manfaat pembangunan tidak hanya ditentukan oleh selesainya pekerjaan fisik. Pengelolaan dan pemeliharaan setelah fasilitas digunakan juga perlu menjadi perhatian agar sarana irigasi tersebut dapat berfungsi dalam jangka panjang.

Karena itu, keterlibatan kelompok tani dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan pemanfaatan fasilitas tersebut. Dengan pengelolaan yang baik, sumur bor diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air lahan pertanian sekaligus mendukung produktivitas petani.

Pembangunan irigasi perpompaan ini menjadi salah satu upaya memperkuat infrastruktur pertanian di Desa Sidamulya. Pemerintah desa berharap fasilitas yang dibangun melalui bantuan pemerintah pusat tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tani, khususnya dalam menghadapi kendala pengairan saat musim kemarau.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup