Seminar Nasional Pramuka Kuningan 2026 Tegaskan Peran Pemuda dalam Diplomasi dan Isu Lingkungan
KUNINGANSATU.COM,- Dewan Kerja Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kuningan menggelar Seminar Nasional 2026 bertema “Diplomasi Global sebagai Pilar Perdamaian dan Cinta Lingkungan” di Student Center Universitas Kuningan, Minggu (15/2/2026). Kegiatan berskala nasional ini diikuti 1.500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dengan latar belakang keahlian yang berbeda. Salah satunya Pak Acep Somantri, S.IP, M.BA, Staf Ahli Menteri Kementerian Luar Negeri Bidang Manajemen dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, yang memaparkan pentingnya peran pemuda dalam mendukung diplomasi Indonesia di tingkat global. Selain itu, materi tentang perdamaian, diplomasi, dan kepedulian lingkungan juga disampaikan oleh Kak Rana serta Prof. Agus Yudi yang dikenal sebagai pakar lingkungan.
Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Pramuka Kabupaten Kuningan, Gyaranni Sya’ziah. S.Kom menjelaskan bahwa seminar ini diikuti oleh 1.500 peserta secara langsung dan sisanya secara daring dari berbagai provinsi. Peserta berasal dari lintas jenjang, mulai dari siswa SD, SMP, SMA, Pramuka Pandega atau perguruan tinggi hingga kalangan dewasa.
“Tujuan utama seminar ini adalah membuka wawasan dan pola pikir generasi muda, khususnya Pramuka, agar lebih peka terhadap isu-isu global yang sedang berkembang, seperti diplomasi perdamaian dan persoalan lingkungan,” ujar Gyaranni.
Menurutnya, isu lingkungan menjadi perhatian serius di Kuningan dan perlu dikaji bersama melalui forum ilmiah yang menghadirkan para pakar.
Dalam sesi materi, Ketua Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Kuningan Kak Rana Suparman. S.Sos menekankan pentingnya mengenal dan mencintai lingkungan sendiri sebagai bagian dari kecintaan terhadap tanah air. Ia menyoroti masih minimnya pengetahuan generasi muda terhadap potensi alam dan identitas lokal, seperti kawasan sumber air, tanaman endemik, hingga pohon identitas daerah.
“Anak-anak sekarang banyak yang tidak mengenal pohon identitas daerahnya sendiri. Padahal, dari pengetahuan lokal itulah kecintaan pada tanah air dibangun,” tegasnya.
Ia berharap Pramuka dapat menjadi motor penggerak dalam pelestarian lingkungan sekaligus penjaga identitas bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi global.
Sementara itu, Pak Acep Somantri, S.IP, M.BA menegaskan bahwa diplomasi tidak hanya dijalankan oleh pemerintah.
“Keberhasilan diplomasi Indonesia juga ditentukan oleh peran berbagai unsur masyarakat. Ini yang disebut multi-track diplomacy. Generasi muda, termasuk Pramuka, memiliki posisi strategis untuk mendukung diplomasi dan perdamaian dunia,” jelasnya.
Melalui seminar ini, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kuningan berharap nilai-nilai kepramukaan dapat berkontribusi nyata dalam menjawab tantangan global, sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan dan semangat perdamaian sejak dini.
















