Tak Ingin Sekadar Seremonial, Mahasiswa STAI Kuningan Siapkan Aksi Nyata di Cihirup
KUNINGANSATU.COM,- Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kuningan melalui kelompok KPST/KKN resmi memulai pengabdian di Desa Cihirup, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan. Kehadiran mahasiswa tersebut diarahkan untuk menjadi mitra kerja pemerintah desa dalam mengatasi sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
Pembukaan pengabdian yang berlangsung pada 15 Juni 2026 itu menjadi awal bagi mahasiswa STAI Kuningan untuk terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat Desa Cihirup. Desa yang berada di wilayah timur Kabupaten Kuningan tersebut dikenal memiliki beragam potensi, mulai dari sumber daya alam, budaya, hingga lingkungan yang masih asri.
Namun, di balik potensi tersebut, masih terdapat sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian dan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, kelompok KPST/KKN STAI Kuningan membawa tiga fokus utama selama menjalankan program pengabdian, yakni pencegahan stunting, digitalisasi UMKM, serta pengolahan sampah.
Ketua Kelompok KPST/KKN Desa Cihirup, Fadlan, mengatakan kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan untuk mengklaim diri sebagai pihak yang mampu menyelesaikan seluruh persoalan desa.
Menurutnya, mahasiswa hadir untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi nyata melalui program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Tiga permasalahan ini mungkin menjadi masalah yang lumrah, tapi tidak sedikit pun kami menormalisasikan hal tersebut. Kami selaku mahasiswa datang bukan untuk menjadi solusi, bukan untuk menjadi jawaban atas segala permasalahan, namun kami datang untuk belajar, untuk mengabdi dan untuk memberikan dampak nyata di akar rumput, karena akar fundamentalnya ada di perkampungan,” ujar Fadlan.
Ia menegaskan, keberhasilan program pengabdian tidak semata-mata diukur dari besarnya kegiatan yang dilaksanakan. Lebih dari itu, dampak nyata yang dapat dirasakan masyarakat menjadi ukuran penting dalam pelaksanaan program.
“Parameter keberhasilan program ini bukan dilihat dari skala besar, namun sejauh mana kita mampu memaksimalkan apa yang kita bisa dan apa yang mampu kita berikan,” katanya.
Sementara itu, Kaur Umum Desa Cihirup, Roby, yang hadir mewakili Kepala Desa Cihirup, menyambut baik kehadiran mahasiswa STAI Kuningan. Ia menilai, program yang dibawa mahasiswa sejalan dengan kebutuhan dan prioritas pembangunan di desa.
Menurut Roby, persoalan stunting, pengelolaan sampah, dan penguatan digitalisasi UMKM membutuhkan kerja bersama, bukan hanya perencanaan di atas kertas.
“Ini adalah suatu panggilan pengabdian yang nyata. Program stunting, pengelolaan sampah serta digitalisasi UMKM memang menjadi prioritas kita bersama. Angka hanyalah data, tapi realita di lapangan tidak hanya membutuhkan rencana belaka. Kita harus mampu mengetahui kondisi yang sebenarnya dan memberikan dampak yang nyata,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa, kegiatan KPST/KKN diharapkan tidak berhenti pada agenda seremonial. Program tersebut diharapkan mampu mendorong keterlibatan masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi Desa Cihirup dalam menghadapi berbagai persoalan di tingkat lokal.
Dengan mengusung semangat belajar, mengabdi, dan berkolaborasi, mahasiswa STAI Kuningan berkomitmen menjadikan Desa Cihirup sebagai ruang pengabdian yang tidak hanya melahirkan program, tetapi juga menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
















