18 Mahasiswa dari 6 Kampus Mulai KKN di Desa Gewok, Bawa Misi Besar untuk Masyarakat
KUNINGANSATU.COM,- Sebanyak 18 mahasiswa dari enam perguruan tinggi resmi memulai kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Kelompok 3 di Desa Gewok, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, Kamis (16/7/2026).
Pembukaan kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Gewok sekitar pukul 09.00 WIB itu menandai dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa kepada masyarakat selama beberapa minggu ke depan.
KKN Kolaboratif Kelompok 3 mengusung tema “Peningkatan Literasi Masyarakat Pedesaan Melalui Pemberdayaan Menuju Desa Unggul, Sehat, Produktif, Mandiri, dan Berdampak.”
Para mahasiswa yang terlibat berasal dari Universitas Kuningan, Universitas Islam Al-Ihya Kuningan, Universitas Muhammadiyah Kuningan, Universitas Bhakti Husada Indonesia, Politeknik Kesehatan KMC Kuningan, serta Sekolah Tinggi Agama Islam.
Ketua KKN Kolaboratif Kelompok 3, Artman Muhammed Laugis, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang berhalangan hadir karena memiliki agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan.
Ia menjelaskan, KKN menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, kehadiran mahasiswa di Desa Gewok diharapkan tidak berhenti pada kegiatan akademik semata, tetapi mampu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa akan menjalankan sejumlah program yang berkaitan dengan peningkatan literasi masyarakat, pendidikan, teknologi informasi dan komunikasi, mitigasi bencana, pemberdayaan ekonomi, hingga pendampingan terhadap pelaku UMKM.
“Harapannya, kehadiran kami di Desa Gewok tidak hanya menjadi sarana untuk belajar, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui semangat gotong royong dan kebersamaan,” ujar Artman.
Sementara itu, Kepala Desa Gewok, Iis Agustiani, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Kolaboratif Kelompok 3. Ia mengaku bangga Desa Gewok menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Iis berharap para mahasiswa dapat berbaur dengan masyarakat dan mengimplementasikan ilmu yang dimiliki untuk membantu berbagai kebutuhan di wilayah Desa Gewok, mulai dari Dusun 1 hingga Dusun 4.
“Silakan manfaatkan kesempatan KKN ini sebaik-baiknya. Berbaurlah dengan masyarakat, ciptakan program-program yang bermanfaat, dan jadikan kegiatan ini sebagai pengalaman berharga,” katanya.
Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi hal penting agar berbagai program yang telah dirancang dapat berjalan secara maksimal.
“Semoga kehadiran mahasiswa dapat membawa dampak positif bagi Desa Gewok, sekaligus menjadi pembelajaran yang berharga bagi seluruh peserta KKN,” lanjut Iis.
Setelah menyampaikan sambutan, Kepala Desa Gewok Iis Agustiani secara resmi membuka pelaksanaan KKN Kolaboratif Kelompok 3 Tahun 2026. Pembukaan tersebut menjadi awal dari rangkaian kegiatan pengabdian mahasiswa yang akan dilaksanakan di tengah masyarakat Desa Gewok.
Perwakilan mahasiswa KKN, Ahmad Novaldi, turut mengungkapkan rasa syukur atas berlangsungnya kegiatan pembukaan dengan lancar. Ia berharap semangat kolaborasi yang telah terbangun sejak awal dapat terus dipertahankan hingga seluruh program kerja selesai dilaksanakan.
“Kami berharap seluruh program yang telah dirancang dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Gewok,” ungkapnya.
Dengan menggabungkan potensi mahasiswa dari enam perguruan tinggi, KKN Kolaboratif Kelompok 3 diharapkan mampu menjadi ruang bertukar pengetahuan sekaligus mendorong lahirnya berbagai kegiatan pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Gewok.
















