Semifinal Bupati Cup Kuningan 2025: Kuningan vs Luragung di Grand Final

KUNINGANSATU.COM,- Semifinal Bupati Cup terasa seperti pesta rakyat di Stadion Mashud Wisnu Saputra. Rabu sore (27/8/2025), ribuan warga dari berbagai penjuru kecamatan tumpah ruah memenuhi tribun, membawa spanduk, bendera, hingga kentongan bambu. Sorak-sorai, tepukan tangan, dan teriakan khas suporter membuat stadion seakan bergetar.
Tim Kecamatan Kuningan menjadi yang pertama memastikan tiket ke Grand Final. Gol semata wayang lewat tendangan bebas Riva, pemain bernomor punggung 9, disambut pelukan hangat sesama rekan setim dan sorakan membahana dari pendukungnya. Tangis haru bercampur tawa mewarnai kemenangan tipis 1-0 atas Sindangagung.
Laga kedua menghadirkan duel panas antara Luragung dan Cilimus. Sejak menit pertama, kedua tim saling menyerang, membuat penonton tak sempat duduk tenang. Saat menit ke-19, tendangan Candra (12) menggetarkan jala Cilimus. Gol itu langsung mengundang pelukan, loncatan, bahkan air mata bahagia dari suporter Luragung.
Hujan yang turun sebentar-sebentar tak meredam semangat. Justru makin menambah dramatis suasana. Pendukung Cilimus masih berteriak memberi dukungan, berharap timnya bisa menyamakan kedudukan. Namun, rapatnya pertahanan dan aksi heroik kiper Luragung membuat gawang mereka tetap perawan.
Menjelang akhir, satu pemain Luragung diganjar kartu merah. Sisa waktu dijalani dengan jantung berdebar. Tapi ketika peluit panjang berbunyi, stadion pecah. Warga Luragung bersorak, saling rangkul, bahkan ada yang berlari ke pinggir lapangan dengan mata berkaca-kaca. Skor 1-0 cukup untuk membawa mereka ke final, bertemu tim Kuningan.
Ketua Panitia, H. Asep Ismanto, mengingatkan bahwa pesta belum usai. “Sabtu perebutan juara 3, Minggu Grand Final pukul 15.15 WIB. Pasti lebih heboh, jangan sampai absen,” ujarnya penuh semangat.
Sementara itu, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., yang ikut duduk bersama warga di tribun kehormatan, tampak tersenyum bangga. Ia menyebut, turnamen ini bukan hanya hiburan, tapi juga ajang lahirnya generasi pesepakbola baru. Dari laga-laga sebelumnya, sudah terpantau 25 talenta muda yang dinilai layak memperkuat Pesik Kuningan.
“Final ini ibarat ‘real final’. Saya bangga, karena selain turnamen berjalan sukses, kita juga menemukan banyak bakat muda. Ini modal untuk membangkitkan kembali kejayaan sepak bola Kuningan,” ungkapnya.
Turnamen yang digelar untuk memeriahkan Hari Jadi Kuningan ke-527 ini akhirnya bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang kebersamaan. Sebuah momen di mana sepak bola kembali menjadi bahasa universal yang menyatukan warga, dari anak-anak kecil yang berlari di tribun hingga orang tua yang ikut berdiri sambil bertepuk tangan bangga.


















