Sebulan Pakai Seragam SMP, Siswi SMK Ini Akhirnya Menangis Haru Usai Didatangi Baznas
KUNINGANSATU.COM,- Harapan Silvi Agustina (16), siswi kelas X SMK I Luragung, akhirnya kembali tumbuh setelah menerima bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kuningan untuk membeli seragam sekolah. Selama lebih dari sebulan sejak tahun ajaran baru dimulai, Silvi masih mengenakan seragam SMP karena keluarganya belum mampu membeli perlengkapan sekolah.
Silvi merupakan warga Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya, Cecep Waluyo dan Sumiasih, serta dua adiknya di kawasan relokasi warga terdampak pembangunan Waduk Kuningan.
Sejak masuk SMK pada awal Juli 2026, Silvi belum memiliki lima jenis seragam yang diwajibkan sekolah. Pihak sekolah masih memberikan kelonggaran hingga akhir Agustus agar ia dapat melengkapinya.
“Alhamdulillah teman-teman di sekolah tidak ada yang menghina. Semuanya baik,” ujar Silvi saat ditemui di rumahnya.
Keterbatasan ekonomi menjadi penyebab utama. Ayahnya bekerja serabutan, sementara sang ibu merupakan ibu rumah tangga. Untuk berangkat ke sekolah yang berjarak sekitar 20 kilometer dari rumah, Silvi setiap hari menumpang sepeda motor milik temannya. Bahkan, tidak jarang ia berangkat tanpa membawa uang saku.
Di balik keterbatasan tersebut, Silvi dikenal sebagai pelajar berprestasi. Saat masih duduk di bangku SMP, ia selalu masuk peringkat 10 besar di kelasnya dan bercita-cita melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Anaknya sangat ingin sekolah, bahkan ingin terus sampai kuliah,” tutur Sumiasih dengan mata berkaca-kaca.
Kondisi keluarga Silvi menggugah kepedulian Baznas Kabupaten Kuningan. Melalui program bantuan pendidikan, Baznas menyerahkan bantuan yang diharapkan dapat meringankan beban keluarga, khususnya untuk pembelian seragam sekolah.
Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Kuningan, Asep Z. Fauzi, mengatakan bantuan tersebut memang belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan seragam, namun diharapkan dapat memberikan manfaat dan semangat bagi Silvi untuk terus bersekolah.
“Kebutuhan seragam ada lima potong. Kami memang belum bisa membantu semuanya, tetapi Insya Allah bantuan ini bermanfaat. Dana ini berasal dari para muzakki yang telah mempercayakan zakatnya kepada Baznas,” ujarnya.
Penyerahan bantuan turut dihadiri Abdul Jalil Hermawan. Asep berharap kepedulian terhadap Silvi dapat menginspirasi masyarakat untuk ikut bergotong royong membantu anak-anak yang memiliki semangat belajar tinggi meski hidup dalam keterbatasan.
“Kami berharap bantuan ini bisa menjadi pemantik kepedulian masyarakat agar semakin banyak yang ikut membantu keluarga Silvi,” katanya.
Saat rombongan Baznas berpamitan, senyum bahagia tampak menghiasi wajah Silvi. Sementara sang ibu tak kuasa menahan haru, meneteskan air mata sebagai ungkapan syukur atas kepedulian yang datang di saat keluarga mereka sangat membutuhkan.















