Satpol PP atau Basecamp Gamer? Pengadaan ROG i5 dari APBD Bikin Publik Kembali Geleng Kepala
KUNINGANSATU.COM – Setelah sebelumnya ramai disorot terkait pengadaan iPhone di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan, kini publik kembali menyoroti paket pengadaan perangkat komputer di Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kuningan Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan data paket pengadaan yang beredar, Satpol PP Kabupaten Kuningan tercatat memiliki paket pengadaan sarana dan prasarana gedung kantor atau bangunan lainnya dengan kode RUP 65981608.
Dalam rincian uraian pekerjaan disebutkan pengadaan tersebut meliputi belanja modal personal computer, laptop hingga printer. Namun perhatian publik tertuju pada spesifikasi perangkat yang tercantum berupa “ROG i5”.
Untuk diketahui, ROG atau Republic of Gamers merupakan lini produk premium milik perusahaan teknologi ASUS yang secara khusus dirancang untuk kebutuhan gaming dan pekerjaan berat berperforma tinggi. Produk ROG umumnya dibekali spesifikasi di atas rata-rata komputer perkantoran biasa, mulai dari prosesor kelas tinggi, kartu grafis khusus gaming, sistem pendingin tambahan, layar dengan refresh rate tinggi, hingga desain futuristik khas gamer.
Karena menyasar segmen gaming dan performa tinggi, harga perangkat ROG umumnya jauh lebih mahal dibanding laptop atau komputer standar untuk administrasi perkantoran. Perangkat ini biasanya digunakan untuk kebutuhan seperti desain grafis berat, editing video, rendering, pemrograman, hingga bermain gim kompetitif.
Paket pengadaan tersebut memiliki total pagu anggaran sebesar Rp59.998.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Kuningan Tahun Anggaran 2026 dengan metode pengadaan langsung.
Sorotan publik muncul karena penggunaan perangkat dengan spesifikasi gaming dinilai tidak lazim untuk kebutuhan perkantoran pemerintahan, terlebih sebelumnya masyarakat juga ramai membahas pengadaan iPhone dan gadget di sejumlah OPD.
Saat dikonfirmasi oleh kuningansatu.com, Kepala Satpol PP Kabupaten Kuningan, M. Budi Alimudin menjelaskan bahwa pengadaan tersebut dilakukan untuk menunjang kebutuhan operasional di lingkungan kerjanya.
“Pengadaan itu untuk menunjang pelaksanaan kerja di kami, yang terdiri dari 1 sekretariat, 4 bidang dan 11 kasi/kasubag serta 289 anggota,” kata Budi, Minggu (10/5/2026).
Ia juga menegaskan bahwa proses pelaksanaan kontrak pengadaan berlangsung sebelum dirinya menjabat sebagai Kepala Satpol PP Kabupaten Kuningan.
“Pelaksanaan kontrak dilaksanakan bulan Januari 2026, saya masuk pertengahan Februari 2026,” tambahnya.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai pertimbangan penggunaan spesifikasi ROG yang identik dengan perangkat gaming, Budi mengaku belum mengetahui alasan teknis pemilihan spesifikasi tersebut.
“Nanti saya tanya subag umum dan pemegang barang pertimbangan memilih itu, saya masuk itu sudah pelaksanaan,” katanya.
Namun, hingga berita ini dipublikasi pada Selasa (12/5/2026), mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa tersebut ataupun pemegang barang yang dimaksud belum juga menjelaskan terkait dasar pertimbangan dalam memilih ROG i5 untuk instansinya tersebut.
Hal tersebut kembali memunculkan pertanyaan publik mengenai proses perencanaan pengadaan barang di lingkungan pemerintah daerah, khususnya terkait urgensi dan spesifikasi perangkat yang dinilai tidak umum untuk kebutuhan kerja pemerintahan.
Di tengah isu efisiensi anggaran yang terus digaungkan, pengadaan perangkat premium di sejumlah OPD Kabupaten Kuningan kini menjadi perhatian masyarakat dan ramai diperbincangkan di media sosial.***















