Dewan Kebudayaan Kuningan Resmi Dilantik, Bupati Dian Siapkan Era Baru Seni dan Budaya

KUNINGANSATU.COM,- Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi melantik Dewan Kebudayaan Kuningan Masa Bakti 2026–2030 dalam prosesi yang berlangsung di Pendopo Kuningan, Selasa (12/5/2026). Pelantikan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat pelestarian seni budaya sekaligus mendorong budaya lokal sebagai identitas daerah dan penggerak sektor pariwisata.

Pelantikan dipimpin langsung Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, disaksikan sejumlah kepala perangkat daerah, tokoh budaya, akademisi, komunitas kreatif, serta pegiat seni dari berbagai wilayah di Kabupaten Kuningan.

Turut hadir di antaranya Kepala Bappeda Kabupaten Kuningan Purwadi Hasan Darsono, Kepala Disdikbud Kabupaten Kuningan Carlan, Kepala Disporapar Kabupaten Kuningan Asep Budi Setiawan, Kepala Diskominfo Kabupaten Kuningan Ucu Suryana, serta unsur pemerintahan lainnya.

Prosesi diawali pembacaan Keputusan Bupati Kuningan Nomor 505 Tahun 2026 tentang Pembentukan Dewan Kebudayaan Kuningan Masa Bakti 2026–2030 oleh Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Kuningan, Dr. Funny Amalia Sari.

Pembentukan dewan tersebut mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang menegaskan pentingnya perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan sebagai identitas bangsa.

Dalam sambutannya, Bupati Dian menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi penguatan karakter budaya masyarakat.

“Kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi menjadi identitas sekaligus arah masa depan daerah,” ujarnya.

Menurut Dian, Kabupaten Kuningan memiliki kekayaan tradisi, seni, adat istiadat, hingga potensi budaya lokal yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik unggulan daerah. Ia menilai potensi wisata alam yang dimiliki Kuningan perlu diperkuat dengan agenda seni dan budaya yang berkelanjutan.

Ia mengungkapkan, sejumlah tamu dari luar daerah yang datang ke Kuningan memberikan kesan positif terhadap perkembangan wisata dan kenyamanan daerah. Namun demikian, mereka juga berharap Kuningan semakin dikenal melalui kekuatan seni dan budayanya.

“Potensi alam Kuningan sudah luar biasa. Tinggal bagaimana budaya dan keseniannya terus dihidupkan agar menjadi ciri khas yang membedakan Kuningan dengan daerah lain,” katanya.

Bupati Dian berharap Dewan Kebudayaan Kuningan dapat menjadi ruang kolaborasi bagi seniman, budayawan, komunitas kreatif, hingga generasi muda dalam melahirkan gagasan dan inovasi kebudayaan tanpa meninggalkan akar tradisi.

Ia juga menyoroti pentingnya regenerasi pelaku seni dan budaya agar kebudayaan tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Budaya harus hadir dalam kehidupan masyarakat. Tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga mampu memberi nilai ekonomi dan kesejahteraan bagi para pelaku seni,” tuturnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekosistem budaya, Pemkab Kuningan saat ini tengah menyiapkan pembangunan Balai Budaya Kuningan di kawasan eks Kawedanan Kadugede. Lokasi tersebut direncanakan menjadi pusat kegiatan seni, ruang kreatif, pertunjukan budaya, hingga festival kebudayaan daerah.

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana merehabilitasi gedung kesenian agar menjadi ruang representatif bagi aktivitas seni dan budaya masyarakat.

Di akhir sambutannya, Dian mengajak seluruh jajaran Dewan Kebudayaan untuk menjaga semangat kolaborasi dalam membangun budaya daerah yang kreatif, hidup, dan membanggakan.

“Daerah yang besar adalah daerah yang memiliki akar budaya yang kuat. Karena budaya bukan hanya tentang masa lalu, tetapi kekuatan untuk masa depan,” pungkasnya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup