Masih Jadi Primadona! Ini Alasan Wisata Cibulan Kuningan Tak Pernah Kehilangan Pesonanya
KUNINGANSATU.COM, – Di tengah menjamurnya destinasi wisata baru di Kabupaten Kuningan, Objek Wisata Cibulan tetap mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu destinasi favorit masyarakat. Berlokasi di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Cibulan memiliki daya tarik yang tidak dimiliki tempat wisata lain, yakni keberadaan ikan dewa dan Sumur Tujuh yang sarat akan nilai sejarah dan budaya.
Objek wisata yang telah dikenal sejak puluhan tahun lalu ini tidak hanya menawarkan kolam pemandian dengan air alami yang jernih dan sejuk, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang memadukan rekreasi, sejarah, dan kepercayaan masyarakat. Keberadaan ikan dewa yang hidup bebas di kolam utama menjadi ikon Cibulan sekaligus daya tarik utama bagi wisatawan dari berbagai daerah.
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, Sumur Tujuh merupakan petilasan Prabu Siliwangi. Banyak pengunjung datang untuk melihat langsung sumur-sumur tersebut, bahkan sebagian membawa pulang air dari Sumur Tujuh yang dipercaya memiliki nilai spiritual.
Salah seorang pengunjung, Ana, mengaku terkesan dengan pengalaman yang didapat saat berwisata di Cibulan.
“Saya senang kalau ke Cibulan, pengalaman baru saja gitu. Bisa renang sama ikan, ikannya besar-besar pula. Di sini juga adem, airnya dingin banget. Bisa ngasih makan ikan-ikannya, foto-foto sama ikannya juga. Ya, serulah di sini.”ujarnya.
Hal serupa disampaikan oleh Ika yang penasaran dengan cerita mengenai Sumur Tujuh dan ikan dewa.
“Yang saya tahu kan Cibulan itu terkenal sama yang namanya Sumur Tujuh dan ikan-ikannya, jadi penasaran aja seperti apa. Waktu saya ke dalam, oh ternyata ini yang menjadi petilasan Prabu Siliwangi yang di cerita-cerita itu. Air di dalam juga jernih-jernih seperti tidak pernah kotor atau keruh.”katanya.
Selain mempertahankan keunikan yang telah menjadi identitasnya, pengelola Cibulan juga terus melakukan pembenahan dan pengembangan fasilitas agar tetap diminati masyarakat. Kini, kawasan wisata tersebut telah dilengkapi taman sebagai spot berfoto, area terapi ikan yang lebih luas, serta wahana bermain anak sehingga lebih ramah bagi wisata keluarga.
Pengelola setempat mengatakan bahwa jumlah pengunjung mengalami peningkatan terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
“Alhamdulillah Cibulan di hari weekend selalu banyak pengunjung, rombongan dari berbagai daerah. Sebenarnya yang menjadi daya tarik utamanya yaitu Sumur Tujuh dan ikan dewanya. Banyak yang mengunjungi Sumur Tujuh dan membawa pulang air dari sumur satu sampai tujuh. Sekarang juga sudah banyak perubahan dari Cibulan, ada tempat terapi ikan khusus dan lebih luas, serta taman di belakang untuk spot foto-foto.”ujarnya.
Keberadaan ikan dewa juga menyimpan berbagai keunikan yang hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat. Menurut pengelola, populasi ikan dewa terus berkembang biak, tetapi jumlahnya tidak pernah terlihat berlebihan ataupun berkurang secara drastis.
“Ikan ini selalu berkembang biak, cuma dari dulu kolam ini tidak pernah penuh dan tidak pernah kekurangan ikan. Kalau secara logika, semisal berkembang biak mungkin kolam ini penuh. Padahal dikonsumsi juga enggak dan yang mati juga tidak setiap minggu.”katanya.
Keunikan lainnya, ketika ada ikan yang mati, tubuhnya tidak mengapung seperti ikan pada umumnya, melainkan tetap berada di dasar kolam. Pengelola mengaku kematian ikan tetap dapat diketahui karena menimbulkan bau amis.
“Kalau semisal ada yang mati tercium bau amis. Mati juga tidak ngambang, tetapi berada di dasar kolam. Kalau ada yang mati pasti ketemu.”tambahnya.
Selain menjadi destinasi wisata, Cibulan juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Keberadaan objek wisata ini membuka peluang usaha bagi pedagang, pelaku UMKM, penyedia jasa, hingga masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata. Penelitian Suryatman dan Setiowati (2016) menunjukkan bahwa aktivitas wisata di Cibulan berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Manis Kidul, sekaligus mendukung keberlangsungan pendidikan formal melalui peningkatan pendapatan masyarakat.
Di tengah persaingan dengan berbagai objek wisata baru di Kabupaten Kuningan, Cibulan membuktikan bahwa destinasi legendaris tetap memiliki tempat di hati wisatawan. Perpaduan antara keindahan alam, kejernihan mata air, kisah sejarah Prabu Siliwangi, keberadaan ikan dewa yang penuh keunikan, serta berbagai fasilitas baru menjadikan Cibulan tetap relevan sebagai salah satu ikon wisata Kabupaten Kuningan yang layak untuk terus dilestarikan dan dikembangkan.
Oleh: Aam Amalia
















