Rocket Stove KKN UNISA Hadir di Linggajati, Solusi Baru Kelola Sampah
KUNINGANSATU.COM,- Persoalan sampah di lingkungan desa mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan Kelompok 04 menghadirkan sebuah inovasi sederhana di Desa Linggajati.
Mahasiswa KKN tersebut membuat insinerator sederhana berbasis rocket stove sebagai alternatif teknologi tepat guna untuk membantu proses pembakaran sampah agar lebih terkontrol. Alat yang telah selesai dibuat itu kemudian diresmikan langsung oleh Kepala Desa Linggajati pada Kamis, (27/8/26).
Inovasi tersebut lahir dari perhatian mahasiswa terhadap persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan di lingkungan masyarakat. Melalui teknologi sederhana, mahasiswa berupaya menghadirkan solusi yang dapat dipahami sekaligus dimanfaatkan masyarakat.
Rocket stove dirancang dengan sistem yang mengoptimalkan aliran udara dan panas di ruang pembakaran. Dengan konstruksi tersebut, proses pembakaran diharapkan dapat berlangsung lebih stabil dibandingkan pembakaran sampah secara terbuka.
Selain konstruksinya relatif sederhana, alat tersebut juga dapat dibuat menggunakan material yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Hal itu menjadi salah satu pertimbangan mahasiswa dalam memilih rocket stove sebagai teknologi yang diperkenalkan kepada masyarakat Desa Linggajati.
Ketua Kelompok 04 KKN UNISA mengatakan, pembuatan rocket stove tidak semata-mata ditujukan untuk menghasilkan sebuah alat, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pemanfaatan teknologi sederhana dalam menghadapi persoalan sampah.
«“Melalui rocket stove ini, kami ingin memperkenalkan sebuah teknologi sederhana yang dapat menjadi alternatif dalam proses pembakaran sampah. Harapannya, masyarakat dapat memahami cara kerja serta keunggulan teknologi ini sehingga dapat dimanfaatkan secara tepat dan bertanggung jawab,” ungkapnya.»
Menurutnya, sistem pembakaran yang lebih terarah dapat membantu mengurangi asap yang biasanya muncul dari pembakaran terbuka. Namun, penggunaan alat tetap membutuhkan pemilahan dan penanganan sampah yang tepat serta memperhatikan aspek keselamatan dan lingkungan.
Peresmian alat oleh Kepala Desa Linggajati sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah desa terhadap inovasi yang dibawa mahasiswa KKN. Momentum tersebut juga diharapkan menjadi awal agar teknologi yang telah dibuat tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan pemerintah desa menjadi bagian penting dalam keberlanjutan pemanfaatan alat tersebut. Dengan adanya pendampingan dan penggunaan yang sesuai, rocket stove diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam pengelolaan sampah di Desa Linggajati.
Melalui program ini, KKN UNISA Kelompok 04 tidak hanya membawa program kerja selama berada di tengah masyarakat, tetapi juga berupaya meninggalkan inovasi yang memiliki nilai guna dan edukasi.
Rocket stove tersebut kini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendorong masyarakat untuk melihat persoalan sampah dari sisi yang berbeda, yakni melalui pemanfaatan teknologi sederhana yang lebih terarah dan bertanggung jawab.














