Proyek Gerai KDMP Rp1,65 M di Cihaur Disorot, Ketua KDMP Blak-blakan Soal Manajemen Lapangan
KUNINGANSATU.COM,- Pembangunan gerai KDMP yang saat ini tengah berlangsung di Desa Cihaur, Kecamatan Ciawigebang, menuai sorotan dari Ketua KDMP Cihaur, Dadan Prasunardiansyah. Ia menilai pelaksanaan proyek senilai Rp1,65 miliar itu tidak sepenuhnya melibatkan pelaksana dari daerah setempat, padahal banyak rekanan lokal yang dinilai mampu mengerjakan pekerjaan tersebut.
“Banyak pekerjaan yang justru dikerjakan oleh pelaksana dari luar daerah, padahal rekanan kita di sini juga siap dan mampu. Ini menjadi perhatian kami,” ujar Dadan Prasunardiansyah, Rabu (3/12/2025).
Dadan menegaskan bahwa pihaknya bersama para pengurus KDMP akan melakukan pengawasan ketat terhadap jalannya pembangunan gerai tersebut. Ia menyebut bahwa fungsi pengawasan ini penting untuk memastikan pekerjaan tetap sesuai perencanaan dan bestek yang telah ditetapkan.
“Kami akan cek apakah pembangunan ini sudah sesuai dengan perencanaan dan bestek. Kami juga akan memastikan mutu bangunannya layak, sesuai dengan alokasi anggaran sebesar Rp1,65 miliar,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya juga akan membuat catatan resume kegiatan, termasuk mengawasi material yang digunakan. Menurutnya, pemeriksaan pada material seperti besi dan WF perlu dilakukan agar sesuai spesifikasi teknis.
“Nanti kami akan buat catatan lengkap, termasuk material besi dan WF apakah sesuai atau tidak. Kami tidak ingin pembangunan ini asal jadi,” ujarnya.
Lebih jauh, Dadan menyoroti manajemen pelaksanaan konstruksi di lapangan yang dinilainya amburadul. Ia menilai terlalu banyak pihak yang berperan sebagai penanggung jawab, sehingga alur komando tidak jelas.
“Manajemennya terlalu banyak pintu. Ini menunjukkan PT Agrinas kurang profesional mengelola pekerjaan di lapangan. Bahkan kami menduga proyek ini disubkonkan ke pihak ketiga dengan harga jauh di bawah RAB,” katanya.
Dadan juga mengungkapkan bahwa kondisi material yang belum siap menjadi salah satu indikasi lemahnya manajemen pelaksanaan proyek. Ia berharap ke depan ada perbaikan agar target operasional gerai KDMP pada Februari 2026 dapat tercapai.
“Material saja banyak yang belum siap, itu indikasi lemahnya manajemen. Tapi kami berharap ada perbaikan sehingga target operasi pada bulan Februari bisa tercapai,” pungkasnya.***
















