Presiden Prabowo Sematkan Lencana, Kokoy Kurnaeti Bersinar di GTK Hebat 2025!

KUNINGANSATU.COM,- Kepala SLBN Taruna Mandiri, Kokoy Kurnaeti, S.Pd., M.Pd., akhirnya resmi mencatatkan prestasi nasional setelah meraih Juara 2 Kepala SLB Dedikatif dalam Anugerah GTK Hebat 2025. Ia menjadi satu-satunya wakil Jawa Barat di ajang tersebut, sekaligus sosok kepala sekolah dengan disabilitas netra yang mampu bersaing sejajar dengan peserta non-disabilitas dari seluruh Indonesia.

Kokoy mengaku pencapaian ini merupakan buah dari kerja kolektif seluruh keluarga besar SLBN Taruna Mandiri.

“Ini hasil perjuangan bersama. Saya hanya mewakili kerja keras guru, siswa, dan semua pihak yang selalu mendukung sekolah,” ujarnya singkat.

Perjalanan Kokoy menuju panggung nasional berawal dari kemenangannya di tingkat Jawa Barat, setelah bersaing dengan 13 kandidat lainnya. Pada seleksi nasional, ia mempresentasikan program vokasional Taruna Nagara yang menjadi identitas transformasi sekolah. Program tersebut menekankan penguatan keterampilan, kemandirian, dan karakter siswa berkebutuhan khusus.

Presentasi dan wawancara nasional berlangsung pada 26 November 2025, sebelum akhirnya nama Kokoy diumumkan sebagai Juara 2 Nasional pada puncak penganugerahan di Istora Senayan Jakarta. Penganugerahan tersebut disiarkan langsung di TV One, INewsTV, dan kanal YouTube Ditjen Kemdikdasmen.

Momen paling berkesan bagi Kokoy adalah ketika ia menerima Lencana Kehormatan Presiden yang disematkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Itu menjadi pengalaman luar biasa bagi saya, sebuah penghormatan untuk dunia pendidikan khusus,” kata Kokoy.

Dalam kesempatan yang sama, Kokoy juga menyerahkan Batik Muning Cerme, karya vokasional siswa tunarungu, kepada Mendikbudristek Abdul Mu’ti sebagai bentuk persembahan dari SLBN Taruna Mandiri.

Di bawah kepemimpinannya, SLBN Taruna Mandiri berkembang menjadi salah satu SLB rujukan dengan program vokasional kuat, pusat intervensi awal, pelatihan guru berkelanjutan, hingga kolaborasi nasional dan internasional. Sekolah juga menjalin kerja sama dengan Prof Masataka Kizuka dari Kyoto Prefectural University of Medicine Jepang dan pernah mendapat kunjungan Ukai Saito Sensei, CEO Tasuc Corporation.

Kokoy menegaskan bahwa prestasi ini bukan akhir, tetapi pemacu untuk terus berinovasi bagi pendidikan anak berkebutuhan khusus.

“Semoga ini menjadi jalan agar SLB semakin dipercaya dan dihargai sebagai bagian penting dari pendidikan nasional,” pungkasnya.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup