Pemprov Jabar Janji Turun ke Kuningan, Carut Marut Tata Kelola Air Ciremai Disorot!

KUNINGANSATU.COM,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Sekretaris Daerah, Herman Suryatman, memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan turun langsung ke Kabupaten Kuningan untuk menindaklanjuti krisis air bersih serta dugaan alih fungsi lahan di kawasan Gunung Ciremai. Kepastian tersebut disampaikan Herman saat melakukan komunikasi video dengan Aliansi Masyarakat Kuningan (ALAMKU) di sela aksi masyarakat di Gedung Sate, Bandung, Selasa (6/12/2026).

Herman menegaskan, Pemprov Jabar tidak akan membiarkan kerusakan lingkungan di kawasan strategis seperti Taman Nasional Gunung Ciremai terus berlanjut. Ia menyebut terdapat dua fokus utama yang menjadi perhatian pemerintah provinsi, yakni penertiban alih fungsi lahan dan pengaturan pemanfaatan air agar tetap menjaga keberlanjutan lingkungan serta keadilan antarwilayah.

“Alih fungsi lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai tidak boleh terjadi. Itu harus ditindak tegas. Pemanfaatan air juga harus proporsional dan tidak merusak keberlanjutan sumber daya air,” ujar Herman.

Ia memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat Kuningan akan dilaporkan langsung kepada Gubernur Jawa Barat. Selain itu, Pemprov Jabar akan melakukan koordinasi lintas perangkat daerah serta melibatkan pemerintah kabupaten dan kota yang berkaitan dengan pengelolaan sumber air Ciremai.

Yang krusial, Herman secara terbuka menyatakan komitmennya untuk melibatkan elemen masyarakat, khususnya ALAMKU, saat pemerintah provinsi turun ke lapangan. Ia menyebut keterlibatan masyarakat penting agar penanganan persoalan didasarkan pada kondisi faktual di lapangan.

“Nanti kami ke Kuningan, dan teman-teman ALAMKU akan kami hubungi untuk mendampingi langsung di lapangan,” katanya.

Dalam komunikasi tersebut, Herman juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan publik terhadap proses yang sedang dijalankan pemerintah. Ia mengajak semua pihak untuk menyelesaikan persoalan krisis air dan lingkungan dengan semangat kebersamaan.

“Kita harus sabilulungan. Percaya pada proses pemerintah, karena persoalan ini tidak bisa dilihat dari satu sisi saja,” ucapnya.

Komitmen itu kembali ditegaskan Herman melalui pesan WhatsApp kepada koordinator lapangan ALAMKU. Menjawab pertanyaan terkait waktu kunjungan ke Kuningan, Herman menyampaikan kepastian singkat namun tegas, “Minggu ini, InsyaAllah.”

Sementara itu, ALAMKU menyambut baik pernyataan tersebut. Dalam kesempatan yang sama, perwakilan ALAMKU memaparkan kondisi krisis air yang dihadapi masyarakat Kuningan. Yusuf Dandi Asih menyebut debit air dari kawasan Gunung Ciremai telah mengalami penurunan signifikan hingga 40-60 persen akibat alih fungsi lahan dan pengambilan air berlebihan.

Selain penurunan debit air, ALAMKU juga menyoroti persoalan perizinan pengambilan air oleh daerah lain. Menurut mereka, praktik pengambilan air dengan debit besar dinilai membebani wilayah hulu dan memperparah krisis air di Kuningan.

Menanggapi hal tersebut, Ismah Winartono menegaskan masyarakat Kuningan siap mengawal realisasi janji Pemprov Jabar. Ia berharap langkah pemerintah tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan.

“Kami siap mendampingi dan menunjukkan langsung titik-titik bermasalah. Yang kami tunggu adalah langkah konkret dan keberpihakan nyata terhadap kelestarian lingkungan serta hak masyarakat Kuningan,” tutup Ismah.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup