One Day One Service 2026, DPPKBP3A Kuningan Permudah Layanan KB Tuntas Sehari

KUNINGANSATU.COM,- Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kuningan meluncurkan inovasi pelayanan Keluarga Berencana (KB) bertajuk “One Day One Service” pada tahun 2026. Program ini dirancang untuk mempercepat sekaligus mempermudah akses layanan KB bagi masyarakat dengan sistem pelayanan tuntas dalam satu hari.

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kuningan, Drs. H. Deniawan, M.Si, menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam program Jabar Hari Ini di Command Center Kuningan, Rabu sore (11/2/2026). Program dialog tersebut merupakan kolaborasi TVRI Jawa Barat dan Diskominfo Kabupaten Kuningan yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir.

Deniawan menjelaskan, inovasi ini lahir sebagai respons atas kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, efektif, dan tidak berbelit. Dalam skema One Day One Service, calon akseptor KB yang telah mendapatkan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dapat langsung dilakukan pemasangan alat kontrasepsi pada hari yang sama.

“Inovasi di tahun 2026, DPPKB memiliki inovasi one day one service untuk pelayanan KB, di mana dalam satu hari setelah memberikan KIE kepada calon akseptor akan dilakukan pemasangan alat kontrasepsi. Jadi tidak menunggu waktu lama dan memotong alur birokrasi,” ujar Deniawan.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi strategi konkret Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam menjaga angka kelahiran tetap terkendali sesuai target daerah, sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program KB.

Jangkau 376 Desa dan Kelurahan

Tantangan berikutnya, kata Deniawan, adalah memastikan pelayanan benar-benar menjangkau seluruh wilayah. Kabupaten Kuningan memiliki 376 desa dan kelurahan yang harus terlayani secara merata.

Untuk menjawab tantangan itu, DPPKBP3A mengoptimalkan peran Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di tingkat kecamatan. Setiap satu atau dua kecamatan memiliki satu UPTD yang membawahi tenaga lapangan, yakni Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB).

“Di Kabupaten Kuningan ini ada 376 desa dan kelurahan. Bagaimana memastikan pelayanan sampai ke sana? Kami punya UPTD di masing-masing kecamatan atau tiap dua kecamatan. Di bawahnya ada PKB dan PLKB yang membina langsung desa-desa,” jelasnya.

Saat ini, DPPKBP3A memiliki 135 penyuluh yang seluruhnya berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), baik PNS maupun PPPK. Setiap penyuluh membina rata-rata dua hingga tiga desa, sehingga seluruh wilayah dapat tercover secara optimal.

“Existing hari ini kami punya penyuluh 135 orang. Semuanya ASN, ada P3K dan PNS. Strateginya kami bagi habis, supaya semua desa terlayani,” ungkap Deniawan.

Edukasi Remaja dan Pendewasaan Usia Perkawinan

Selain penguatan pelayanan KB, DPPKBP3A juga fokus pada upaya pencegahan pernikahan dini dan pengendalian angka kelahiran remaja. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk program Generasi Berencana (Genre) dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di sekolah-sekolah.

“Kami punya mitra namanya Genre, generasi berencana. Mereka aktif mensosialisasikan pendewasaan usia perkawinan,” kata Deniawan.

Dalam sosialisasi tersebut, remaja diberikan pemahaman tentang pentingnya merencanakan kehidupan berkeluarga secara matang, termasuk anjuran usia minimal perkawinan 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki.

Melalui inovasi One Day One Service, penguatan tenaga lapangan hingga tingkat desa, serta edukasi berkelanjutan kepada remaja, DPPKBP3A Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya membangun ketahanan keluarga. Pendekatan yang lebih sederhana, cepat, dan terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat capaian program kependudukan dan keluarga berencana di daerah.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup