Oknum Kepala Sekolah Dilaporkan Soal Tindakan ‘Asusila’, Ini Kata Disdikbud dan BKPSDM!

KUNINGANSATU.COM,- Dugaan tindakan tidak pantas yang dilakukan oknum kepala sekolah dasar negeri di Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, terus menjadi sorotan publik. Setelah laporan resmi diterima, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kuningan memastikan surat laporan tersebut telah masuk, namun proses tindak lanjut menunggu langkah pembinaan di dinas terkait.
Kepala Sub Bidang Penilaian Kinerja dan Pembinaan Aparatur BKPSDM, Yudha Aditya Renanto, S.E., M.Si, menjelaskan bahwa sesuai prosedur, sebelum dilakukan tindakan resmi, instansi tempat oknum kepala sekolah itu bekerja akan terlebih dahulu melakukan pembinaan.
“Berkasnya baru masuk, kemungkinan ke dinas dulu sebagai atasannya. Ada proses pembinaan dulu di Disdikbudnya,” kata Yudha ketika dikonfirmasi, Senin sore (17/11/2025).
Senada, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan melalui Kepala Sub Bagian Umum, Hipa Fahmi, S.E., M.Si menyampaikan bahwa langkah awal yang akan ditempuh adalah pemanggilan oknum kepala sekolah tersebut dan pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
“Tadi berkasnya masih di sekdis, kemungkinan besok kita BAP,” jelas Hipa.
Sebelumnya, laporan terhadap oknum kepala sekolah ini diajukan oleh AAR, seorang warga yang juga anak kandung almarhumah YH, seorang ASN yang meninggal pada 31 Oktober 2025. Dalam laporannya, AAR menyoroti dugaan pembuatan video telanjang oleh oknum kepala sekolah di kamar mandi kos pada 18–19 Oktober 2025, serta dugaan pengabaian terhadap proses administrasi penting terkait almarhumah, termasuk Taspen dan dokumen kepegawaian.
“Kami lakukan pelaporan setelah mengetahui tindakan tidak pantas dilakukan S, termasuk saat ibu saya menjalani perawatan medis di RS Bandung. Ibu saya meninggal saat perawatan, tapi kami tetap melaporkan karena ada perbuatan yang tidak mengenakkan juga pada beliau semasa hidup,” jelas AAR (28), Senin (17/11/2025).
Hingga saat ini, upaya redaksi menghubungi oknum kepala sekolah bersangkutan belum membuahkan hasil. Kasus ini tetap menjadi perhatian publik karena menyangkut dugaan asusila sekaligus etika dan profesionalisme di lingkungan pendidikan Kabupaten Kuningan.
Redaksi Kuningansatu.com akan terus mengikuti perkembangan dan memberikan pembaruan jika ada keterangan resmi dari instansi terkait maupun klarifikasi dari oknum kepala sekolah tersebut.***
















