Nana Melaju ke Bandung, Berbagai Unsur Gerak Cepat Selamatkan Pejuang Liposarkoma

KUNINGANSATU.COM,- Setelah informasi mengenai kondisi kesehatan Fauzan Nana, seorang mualaf yang tengah menjalani perawatan akibat Myxoid Liposarcoma, disampaikan kepada pihak desa dan tenaga kesehatan setempat, berbagai unsur di wilayah Rambatan dan Ciniru segera melakukan koordinasi. Informasi awal tersebut diterima melalui laporan pendamping dari Yayasan Mukmin yang menjelaskan bahwa Nana membutuhkan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan yang lebih lengkap. Menindaklanjuti hal itu, pemerintah Desa Rambatan, Bidan Desa, Puskesmas Ciniru, dan Yayasan Mukmin segera menyusun langkah bersama agar proses rujukan berjalan sesuai prosedur.
Keputusan untuk membawa Nana ke RS Sekar Kamulyan Cigugur, Senin (17/11/2025) diambil setelah mempertimbangkan rekomendasi dari pemeriksaan MRI sebelumnya di RSUD Arjawinangun. Pemerintah desa memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai ketentuan. Kepala Desa Rambatan, Adis, menyebutkan bahwa koordinasi dilakukan sejak pagi hari.
“Kami langsung mengoordinasikan perangkat desa dan tenaga kesehatan. Tujuannya agar penanganan bisa dilakukan tanpa menunggu waktu lama,” jelasnya.
Perangkat desa lainnya turut hadir membantu proses pengantaran. Kasi Pelayanan Desa, Iyan Sunandar, memastikan bahwa pihak keluarga menerima informasi yang jelas mengenai langkah-langkah yang akan diambil. Kepala Dusun Kaliwon, Sutardi, juga ikut memberikan dukungan administratif untuk mempermudah proses rujukan. Kehadiran perangkat desa ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa seluruh kebutuhan yang terkait dengan penanganan awal dapat terpenuhi dengan baik.
Bidan Desa, Dina, berperan dalam mempersiapkan pemeriksaan awal sebelum keberangkatan. Ia memastikan kondisi vital Nana tercatat dan dokumen medis yang diperlukan dibawa sepenuhnya.
“Kami memeriksa kondisi pasien dan mempersiapkan berkas-berkas agar tidak terjadi kendala di rumah sakit tujuan,” tutur Dina. Menurutnya, langkah ini penting untuk mempercepat proses penerimaan pasien di fasilitas kesehatan lanjutan.
Puskesmas Ciniru, sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama, mengoordinasikan rujukan ke RS Sekar Kamulyan. Petugas Puskesmas menyampaikan bahwa mereka menghubungi pihak rumah sakit untuk memastikan pasien bisa langsung diperiksa setibanya di lokasi.
“Kami pastikan fasilitas penerima siap melakukan pemeriksaan sehingga pasien tidak perlu menunggu lama,” ungkap salah satu petugas Puskesmas.
Setibanya di RS Sekar Kamulyan, Nana langsung menjalani pemeriksaan lanjutan oleh tim medis rumah sakit. Pemeriksaan tersebut memperkuat diagnosis yang sebelumnya telah disampaikan melalui hasil MRI RSUD Arjawinangun. Dokter menyatakan bahwa Nana mengalami Myxoid Liposarcoma yang membutuhkan penanganan di rumah sakit dengan fasilitas onkologi dan bedah tumor yang lebih lengkap.
Pendamping Yayasan Mukmin, Yogi Adisaputra, yang mendampingi Nana selama proses tersebut, menyampaikan hasil komunikasi langsung dengan dokter yang memeriksa.
“Dokter menjelaskan bahwa tindakan medis lanjutan hanya dapat dilakukan di rumah sakit yang memiliki dokter bedah onkologi dan peralatan yang memadai,” ujarnya. Hal ini menjadi dasar keputusan untuk melakukan rujukan lanjutan ke Bandung.
Awalnya, tindakan lanjutan dijadwalkan dilakukan di RS Santosa Bandung. Namun setelah dilakukan pengecekan, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa tidak ada dokter spesialis yang bertugas pada tanggal yang ditentukan. Karena itu, pihak RS Sekar Kamulyan kemudian merujuk Nana ke RSUD Hasan Sadikin Bandung yang memiliki layanan lengkap untuk menangani kasus tumor dan kanker.
Keputusan rujukan ini diterima oleh keluarga, pemerintah desa, tenaga kesehatan setempat, dan Yayasan Mukmin. Semua pihak kemudian mempersiapkan keberangkatan Nana menuju Bandung sesuai arahan medis. Pemerintah Desa Rambatan dan tenaga kesehatan memastikan bahwa seluruh dokumen rujukan dan kebutuhan administrasi telah dipenuhi agar proses di rumah sakit rujukan dapat berjalan lancar.
Saat ini, Nana menunggu pemeriksaan lanjutan di RSUD Hasan Sadikin Bandung sesuai jadwal yang ditentukan. Pendampingan dari berbagai pihak tetap dilanjutkan untuk memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai dengan prosedur kesehatan yang berlaku. Pemerintah desa, Puskesmas Ciniru, Bidan Desa, dan Yayasan Mukmin menyatakan komitmennya untuk terus mengikuti perkembangan kondisi Nana hingga seluruh proses perawatan selesai dilakukan.***


















