Pengadaan Motor Listrik Badan Gizi Nasional Tuai Sorotan, Prioritas Anggaran Dipertanyakan

KUNINGANSATU.COM,- Tindakan Badan Gizi Nasional kini mulai terlihat jelas, yakni menggerogoti anggaran negara yang seharusnya dipilih untuk sektor pendidikan, namun justru digunakan untuk pemborosan oleh Menteri Badan Gizi Nasional, Dr. Ir. Dadan Hindayana menyalahgunakan kanggaran yang seharusnya kdiprioritaskan untuk pembangunan sekolah, sarana prasarana, dan kesejahteraan guru.
Alih-alih demikian, anggaran negara justru digunakan untuk membeli 21.801 motor listrik dengan dalih perbaikan gizi dan operasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan hal ini memicu ketimpangan sosial dengan pekerjaan pekerjaan yang lain contoh nya dengan guru honorer yang di gajih hanya Rp. 300.000 sampai 1.000.000 perbulan lalu dinas pemadam kebakaran yang peralatan pemadaman api saja sudah mulai rusak dan belum lengkap.
Sebelum pengadaan motor listrik saja, banyak anggaran yang terbuang akibat inefisiensi, seperti banyaknya bahan masakan di Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) yang membusuk dalam skala besar di mana studi mencatat hingga 1,4 juta ton makanan per tahun atau setara kerugian Rp14 triliun lebih berpotensi terbuang. Sisa makanan ini umumnya berasal dari menu yang tidak sesuai selera anak, kurang segar, atau tidak layak konsumsi.
Kami menuntut evaluasi menyeluruh terhadap Badan Gizi Nasional, evaluasi kinerja menteri terkait, serta peninjauan kembali SPPG. Jika tidak dapat dikelola dengan baik, program MBG sebaiknya dihentikan, mengingat dana tersebut berasal dari uang rakyat. Kami mendesak agar alokasi dana tersebut dialihkan untuk pendidikan gratis, kuliah gratis, dan peningkatan kesejahteraan guru di Indonesia.
Oleh : Pajar Nugraha , aktivis Kuningan


















