Manasik Haji Kuningan 2026 Dimulai, Kuota Jemaah Meningkat Tajam

KUNINGANSATU.COM.-Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Kementerian Agama menggelar Bimbingan Manasik Haji tingkat kabupaten tahun 1447 H/2026 M di Al-Kenzie Convention Hall, Jalan RE Martadinata No.176, Ciporang, Minggu (5/4/26). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian persiapan bagi ratusan calon jemaah haji asal Kuningan sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Acara tersebut dihadiri Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, unsur Forkopimda, jajaran Kementerian Agama, tokoh agama, serta ratusan calon jemaah haji yang tergabung dalam kloter 8 dan kloter 39.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kuningan, Ahmad Fauzi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tahun ini sebanyak 683 jemaah asal Kuningan siap diberangkatkan. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding kuota awal yang hanya sekitar 350 orang.
“Awalnya kuota kita terbatas, namun dalam prosesnya jemaah cadangan bisa masuk ke kuota inti. Ini merupakan hasil ikhtiar bersama dan doa semua pihak,” ujarnya.
Ia juga menegaskan tiga target utama penyelenggaraan haji tahun ini, yakni sukses pelaksanaan ritual ibadah, sukses pemberdayaan ekonomi melalui ekosistem haji, serta sukses dalam menjaga adab dan citra jemaah Indonesia di Tanah Suci.
“Jemaah tidak hanya dituntut menjalankan ibadah dengan baik, tetapi juga menjaga etika sebagai warga negara Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengapresiasi peningkatan jumlah jemaah haji yang berhasil diberangkatkan tahun ini. Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari kesiapan administrasi serta koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan penyelenggara haji.
“Ini prestasi luar biasa. Kuningan menjadi salah satu daerah yang mampu meningkatkan kuota hingga dua kali lipat karena kesiapan jemaah cadangan yang sudah melunasi,” ungkapnya.
Bupati menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual untuk kembali kepada fitrah. Ia mengingatkan para jemaah agar mempersiapkan diri tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental dan spiritual.
“Manasik ini bukan hanya latihan gerakan, tapi latihan kesabaran, keikhlasan, dan kebersamaan. Di sana nanti, itu yang paling diuji,” tuturnya.
Terkait isu keamanan di Timur Tengah, Bupati memastikan bahwa kondisi tetap aman bagi jemaah haji. Ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap fokus pada persiapan ibadah.
Selain itu, ia juga berpesan agar para jemaah menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah, mengikuti aturan yang berlaku, serta memperbanyak doa.
“Jaga kesehatan, luruskan niat, dan jangan lupa doakan keluarga serta Kabupaten Kuningan agar terus maju,” pesannya.
Kegiatan manasik ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan jemaah, baik dari sisi pengetahuan tata cara ibadah maupun kesiapan mental menghadapi kondisi di Tanah Suci. Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.


















