Mahasiswa Harus Melek Organisasi, Bukan Sekadar Mengejar IPK
KUNINGANSATU.COM,- Mahasiswa dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan berproses. Hal itu disampaikan Alan Suwgiri saat memberikan materi pada kegiatan Malam Keakraban (Makrab) Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan (STAIKU) di Bumi Perkemahan Palutungan, Kabupaten Kuningan, Sabtu malam (13/12/2025).
Dalam materinya, Alan menegaskan bahwa dunia kemahasiswaan merupakan fase strategis dalam pembentukan karakter. Ia menilai, mahasiswa sering kali terlalu fokus pada nilai dan kelulusan, sementara ruang pembelajaran di luar kelas justru diabaikan.
“Mahasiswa itu bukan hanya soal IPK, tapi soal bagaimana kalian ditempa menjadi manusia yang siap menghadapi realitas sosial,” ujarnya di hadapan peserta Makrab.
Alan menekankan bahwa keberhasilan tidak semata ditentukan oleh kecerdasan. Menurutnya, kerja keras dan kemauan untuk terus berproses menjadi faktor utama dalam meraih kesuksesan.
“Keberhasilan bukan milik mereka yang pintar, tapi milik mereka yang mau berusaha, tekun, dan sabar menjalani proses,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa organisasi mahasiswa merupakan salah satu ruang belajar paling nyata di lingkungan kampus. Melalui organisasi, mahasiswa dapat mengasah kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, serta keberanian mengambil keputusan. Pengalaman tersebut, menurutnya, tidak selalu didapatkan di ruang perkuliahan.
Selain itu, Alan juga menyoroti pentingnya tanggung jawab dan komitmen yang dibentuk melalui organisasi. Ia menilai dinamika organisasi mengajarkan mahasiswa untuk bersikap dewasa dalam menyikapi perbedaan, keterbatasan, dan kegagalan.
“Di organisasi kalian belajar jatuh, bangkit, dan bertanggung jawab, itu bekal penting untuk kehidupan setelah kampus,” ucapnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan agar mahasiswa tidak bersikap apatis terhadap lingkungan sekitar. Menurut Alan, melek organisasi berarti memiliki kepedulian sosial dan keberanian untuk terlibat dalam perubahan. Organisasi menjadi medium untuk menyuarakan gagasan sekaligus melatih kepekaan terhadap persoalan masyarakat.
Menutup materinya, Alan berharap kegiatan Makrab STAIKU tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga momentum refleksi bagi mahasiswa. Ia mendorong mahasiswa STAIKU untuk aktif berorganisasi sebagai bagian dari proses pembentukan diri.
“Kalau ingin siap menghadapi masa depan, jangan takut berproses dan jangan jauh dari organisasi,” pungkasnya.***















