Dari Gagasan ke Pembangunan: Kronologi Awal Mula Agrowisata Pakuwon

KUNINGANSATU.COM,- Agrowisata Pakuwon kini menjadi salah satu destinasi kebanggaan Desa Pajambon, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan. Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Desa Pajambon, Nani Ariningsih, saat diwawancarai di kawasan Agrowisata Pakuwon pada Rabu (3/12/25).

Dalam kesempatan tersebut, Nani menjelaskan bahwa agrowisata ini merupakan aset resmi milik desa yang dibangun secara bertahap sejak 2023 dan kini memasuki tahun ketiga pengembangan.

Pembangunan Agrowisata Pakuwon berawal dari penunjukan Desa Pajambon sebagai Desa Wisata pada periode pertama kepemimpinan Nani. Saat itu, ia melihat desa belum memiliki destinasi mandiri dan hanya mengandalkan wisata Curug Cilengkrang yang kepemilikannya berada di bawah Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

“Desa hanya menerima bagi hasil, sementara pengembangan tidak bisa kami kendalikan sepenuhnya,” ujarnya.

Dorongan itulah yang kemudian ia bawa ke periode kepemimpinan keduanya, dengan visi menjadikan sektor wisata sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Inspirasi pembangunan agrowisata muncul secara tidak terduga. Setelah proyek irigasi besar selesai, aliran air yang jernih menjadi magnet bagi anak-anak desa untuk bermain air dan papalidan termasuk keponakan sang kepala desa. Melihat antusiasme itu, Nani melihat potensi besar wisata berbasis air yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Pembangunan dilakukan perlahan namun konsisten menyesuaikan kemampuan APBDes. Pada 2023, desa membangun satu gazebo dan toilet dengan anggaran sekitar Rp90 juta. Tahun berikutnya dilanjutkan dengan penambahan gazebo, pembangunan saluran air, dan pembuatan kolam kecil. Memasuki 2025, pembangunan kolam renang serta gazebo baru di area bawah membuat Agrowisata Pakuwon semakin lengkap dan menarik bagi pengunjung.

Nani menegaskan bahwa pembangunan ini tidak dilakukan sekaligus karena keterbatasan anggaran desa.

“Kami membangunnya bertahap. Yang penting konsisten setiap tahun ada progres,” tuturnya.

Perkembangan Agrowisata Pakuwon mulai benar-benar mencuri perhatian publik pada November 2024. Lonjakan kunjungan membuat Desa Pajambon masuk dalam program Desa Brilian dari BRI dan berhasil menembus 15 besar tingkat nasional.

Desa Pajambon menerima bantuan sekitar Rp300 juta bukan berupa uang tunai tetapi langsung dialokasikan untuk renovasi gazebo utama, pembangunan gazebo bertingkat, penambahan saung-saung, pemasangan paving, hingga pembangunan sekretariat agrowisata. yang pengelolaannya dilakukan langsung oleh vendor BRI.

Meski terus menunjukkan perkembangan, Agrowisata Pakuwon masih menghadapi kendala, salah satunya ketiadaan lahan parkir memadai, terutama untuk kendaraan roda empat. Nani berharap, pada tahap berikutnya desa dapat memperluas area wisata agar bisa menampung lebih banyak pengunjung sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Agrowisata Pakuwon bukan sekadar tempat wisata. Ini adalah jalan pemerataan ekonomi bagi warga kami,” tegasnya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup