KPM UI BBC Dorong UMKM Linggamekar Kuasai AI untuk Branding dan Marketing Digital
KUNINGANSATU.COM,- Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Linggamekar, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, mendapatkan pembekalan mengenai transformasi digital melalui seminar dan workshop bertajuk “Transformasi Digital UMKM Desa Linggamekar dengan Pemanfaatan AI untuk Branding dan Marketing” yang digelar Kuliah Pengabdi Masyarakat (KPM) Lingga Mekar Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon (UI BBC) di Aula Bale Desa Linggamekar, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan menghadirkan narasumber Erin Rismaya, M.E., dosen ekonomi yang juga sebagai DPL yang membawakan materi mengenai pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing pelaku UMKM di era digital.
Dalam pemaparannya, Erin menjelaskan bahwa perubahan perilaku konsumen menuntut pelaku usaha untuk tidak hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga mampu memasarkan produknya secara efektif melalui platform digital.
“Produk UMKM desa sebenarnya sudah memiliki kualitas yang baik. Tantangan saat ini adalah bagaimana produk tersebut bisa terlihat, dikenal, dan mudah ditemukan oleh calon pembeli melalui media digital,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa digitalisasi bukan sekadar mengikuti tren, melainkan kebutuhan agar UMKM mampu menjangkau pasar yang lebih luas dengan biaya promosi yang lebih efisien.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga langsung mempraktikkan berbagai keterampilan digital menggunakan telepon genggam masing-masing. Materi yang diberikan meliputi pembuatan QRIS sebagai metode pembayaran digital, penyusunan caption promosi menggunakan AI, desain logo dan label produk, penyuntingan foto produk, hingga pembuatan katalog digital.
Berbagai aplikasi berbasis AI seperti ChatGPT, Meta AI, Gemini, Canva AI, Photoroom, serta WhatsApp Business diperkenalkan sebagai alat yang dapat membantu pelaku usaha menghasilkan materi promosi secara cepat dan profesional tanpa harus memiliki kemampuan desain maupun pemasaran.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pendampingan dalam menyusun profil usaha di WhatsApp Business, membuat katalog produk, mengatur pesan otomatis kepada pelanggan, hingga memanfaatkan fitur label pelanggan untuk mempermudah pengelolaan usaha.
Erin mengingatkan bahwa AI hanyalah alat bantu yang berfungsi mempercepat pekerjaan pelaku usaha, bukan menggantikan kreativitas maupun peran manusia dalam menjalankan bisnis.
“Semakin jelas perintah atau prompt yang diberikan kepada AI, maka semakin baik pula hasil yang diperoleh. Namun hasilnya tetap harus diperiksa kembali agar sesuai dengan karakter usaha masing-masing,” jelasnya.
Tak hanya membahas pemasaran digital, peserta juga dibekali edukasi mengenai keamanan transaksi digital. Mereka diingatkan agar tidak pernah membagikan kode OTP, PIN, maupun kata sandi kepada siapa pun serta selalu memastikan pembayaran telah diterima sebelum menyerahkan barang kepada pelanggan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para pelaku UMKM Desa Linggamekar mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal untuk memperkuat branding, memperluas pemasaran, meningkatkan kualitas pelayanan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui usaha yang lebih modern, profesional, dan berdaya saing.















