BAZNAS RI Jadikan Sangkanerang Penutup Program Nasional KATANA, Ini Keistimewaannya
KUNINGANSATU.COM,– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) di Desa Sangkanerang, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Kamis (6/8/2026). Peresmian tersebut menjadi puncak pelaksanaan pembentukan 10 Kampung Tanggap Bencana (KATANA) dan 10 Madrasah Aman Tanggap Bencana (MANTAB) yang digelar BAZNAS RI di berbagai daerah selama Juli hingga Agustus 2026.
Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui edukasi, pelatihan, hingga penyusunan sistem mitigasi berbasis komunitas. Desa Sangkanerang dipilih sebagai lokasi penutupan program nasional sekaligus menjadi Kampung Tanggap Bencana ketiga di Kabupaten Kuningan.
Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mengapresiasi langkah BAZNAS yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana.
“Risiko bencana dapat dikurangi jika masyarakat memiliki kesadaran, kekompakan, serta kolaborasi yang baik. Bencana memang tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya bisa diminimalkan melalui kesiapsiagaan,” ujar Bupati Dian.
Ia juga mengapresiasi kontribusi BAZNAS yang selama ini aktif mendukung berbagai program sosial di Kabupaten Kuningan, mulai dari rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), bantuan kemanusiaan bagi warga kurang mampu, hingga penanganan masyarakat yang membutuhkan bantuan di luar cakupan program pemerintah.
Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, H. Yusron Kholid, M.S.I., menjelaskan, pelaksanaan KATANA di Desa Sangkanerang telah berlangsung sejak 28 Juli 2026. Selama hampir sepuluh hari, warga mendapatkan pembekalan berupa sosialisasi kebencanaan, pelatihan kesiapsiagaan, pemetaan jalur evakuasi dan titik kumpul, hingga simulasi penanganan keadaan darurat.
Menurutnya, keberadaan relawan desa menjadi kunci agar program tidak berhenti sebatas seremoni.
“Kami berharap Kampung Tanggap Bencana tidak berhenti sebagai program semata, tetapi terus berlanjut menjadi budaya masyarakat. Relawan yang telah dilatih harus menjadi motor penggerak kesiapsiagaan sekaligus contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Kuningan,” kata Yusron.
Dengan diresmikannya KATANA di Desa Sangkanerang, Kabupaten Kuningan kini memiliki tiga Kampung Tanggap Bencana, yakni di Situgede, Kecamatan Subang, Kampung Cibapang, Desa Cilayung, serta Desa Sangkanerang, Kecamatan Jalaksana.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Anang Jauharuddin, M.M.Pd., menegaskan bahwa program KATANA dan MANTAB merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem masyarakat tangguh bencana, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi seperti Jawa Barat.
Ia memastikan BAZNAS akan terus mendukung keberlanjutan program melalui penyediaan sarana dan berbagai program kemanusiaan agar kapasitas masyarakat tetap terjaga.
Kepala Desa Sangkanerang, Ahmad Suteja, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan BAZNAS RI yang menjadikan desanya sebagai lokasi Exit Program KATANA tingkat nasional.
“Kami atas nama Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat Sangkanerang mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS. Pelatihan dan sarana yang diberikan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas serta kewaspadaan warga kami,” ungkap Ahmad.
Peresmian ditandai dengan pemukulan kentongan secara simbolis oleh Bupati Kuningan bersama jajaran BAZNAS RI, BAZNAS Jawa Barat, BAZNAS Kuningan, unsur Forkopimcam, BPBD Kabupaten Kuningan, dan Pemerintah Desa Sangkanerang sebagai simbol kesiapsiagaan dan semangat gotong royong menghadapi bencana.
Kegiatan kemudian ditutup dengan simulasi penanganan bencana letusan gunung api dan gempa bumi yang melibatkan relawan, aparat desa, BPBD, serta masyarakat setempat. Simulasi berlangsung tertib dan realistis, memperlihatkan kesiapan warga dalam menjalankan prosedur evakuasi dan penyelamatan ketika menghadapi situasi darurat.















