Koordinasi Penataan Kabel FO Digelar, Pemkab Kuningan Matangkan Proyek Ducting

KUNINGANSATU.COM,- Upaya penataan infrastruktur kota di Kabupaten Kuningan mulai digerakkan secara serius. Pemerintah daerah bersama pelaku industri telekomunikasi menginisiasi pemindahan kabel fiber optik (FO) dari jaringan udara ke bawah tanah (ducting) demi menciptakan tata kota yang lebih rapi dan aman.

Langkah awal tersebut ditandai dengan pertemuan koordinasi antara pemerintah daerah, asosiasi penyelenggara jaringan, serta operator telekomunikasi. Forum ini menjadi titik awal penyamaan visi sebelum proyek dijalankan secara teknis di lapangan.

Perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan menegaskan bahwa penataan kabel bukan sekadar persoalan estetika, melainkan juga menyangkut keselamatan publik.

“Penataan ini bukan hanya untuk memperindah kota, tetapi juga untuk mengurangi risiko di ruang publik akibat kabel yang semrawut,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menekankan bahwa pengembangan infrastruktur harus tetap sejalan dengan pemerataan akses digital di masyarakat.

“Fiber optik adalah tulang punggung konektivitas. Karena itu, selain penataan, kami juga mendorong agar jaringan ini bisa menjangkau wilayah yang selama ini belum terlayani,” kata perwakilan Diskominfo.

Dari sisi regulasi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap perizinan sebelum pekerjaan dimulai.

“Seluruh proses harus sesuai aturan, terutama terkait penggunaan ruang jalan dan pembangunan ducting, agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” tegasnya.

Di sisi lain, Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Jawa Barat menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program tersebut.

“Pemindahan jaringan ke bawah tanah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keandalan layanan sekaligus menata wajah kota,” ungkap perwakilan Apjatel.

Pertemuan ini juga diisi dengan pemaparan teknis dari mitra pelaksana terkait metode konstruksi, desain jaringan, serta skema kerja sama di lapangan.

Melalui kolaborasi yang terbangun sejak tahap awal ini, penataan infrastruktur telekomunikasi di Kabupaten Kuningan diharapkan dapat berjalan bertahap, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi keamanan maupun kualitas layanan digital.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup