Klarifikasi SMAN 1 Cigugur Soal Isu Penjualan Seragam, Tekankan Pancawaluya dan Keterbukaan
“Kalau hanya melihat satu sisi, tentu orang akan salah menilai. Padahal sekolah tidak pernah menjual, dan semua kegiatan tetap berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa sekolah tidak pernah berorientasi pada bisnis atau jual-beli, melainkan pada misi pendidikan. Fokus utama sekolah adalah membentuk siswa berkarakter, bukan mencari keuntungan.
Menurut Emay, narasi yang menyebut sekolah seakan melawan himbauan gubernur dan aturan Disdik Jabar sama sekali tidak benar. Ia menekankan bahwa pihak sekolah tetap patuh dan konsisten dengan regulasi yang berlaku.
Dengan adanya klarifikasi ini, Emay berharap masyarakat bisa lebih objektif dalam menilai dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak lengkap.
Komitmen Membangun Karakter Tanpa Beban
Sebagai penutup, Emay kembali menegaskan bahwa SMAN 1 Cigugur berkomitmen penuh dalam mendidik siswa sesuai nilai-nilai Pancawaluya. Pendidikan berkarakter menjadi prioritas utama sekolah.
“Tujuan kami jelas, mendidik siswa agar sehat, berakhlak baik, jujur, cerdas, dan peduli. Itu jauh lebih penting dibandingkan persoalan seragam,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh program sekolah akan selalu diarahkan untuk mendukung pengembangan potensi siswa tanpa membebani orang tua. Transparansi dan komunikasi akan tetap dijaga agar tidak menimbulkan prasangka negatif.
“Kalau ada yang merasa berat dalam hal apapun, kita carikan solusi bersama. Intinya pendidikan harus berjalan tanpa ada pihak yang merasa tertekan,” ujarnya.
Dengan begitu, SMAN 1 Cigugur berharap polemik yang sempat mencuat bisa segera mereda, dan masyarakat bisa kembali fokus pada tujuan utama pendidikan, yakni mencetak generasi unggul dan berkarakter. (*)















