Usung One Village One Product, KKN UNISA Kuningan Siap Majukan UMKM Desa Cilimus
KUNINGANSATU.COM,- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 07 Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan resmi memulai pengabdian di Desa Cilimus, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, dengan mengusung visi “One Village One Product” (OVOP) sebagai fokus utama program kerja tahun 2026. Melalui konsep tersebut, mahasiswa berkomitmen mengoptimalkan potensi lokal desa, khususnya di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pendidikan, serta lingkungan.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Kelompok 07 UNISA Kuningan, Ryansi Azfa Pratama, menjelaskan bahwa visi OVOP dipilih sebagai bentuk pengabdian yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan produk unggulan desa.
Menurut Ryansi, tim KKN akan mendampingi pelaku UMKM dalam membangun identitas usaha melalui branding, memperkuat strategi promosi, hingga mendorong digitalisasi pemasaran agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Desa Cilimus memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, terutama pada sektor kuliner. Banyak pelaku usaha makanan kaki lima dan aktivitas perdagangan yang berkembang di kawasan pasar desa. Potensi inilah yang akan kami dorong agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi,” ujarnya kamis (5/8/26).
Tidak hanya berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat, mahasiswa KKN juga menghadirkan program di bidang lingkungan melalui pengelolaan sampah. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendorong terciptanya desa yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Sementara itu, pada sektor pendidikan, KKN Kelompok 07 akan menggelar seminar di berbagai jenjang sekolah dengan tema “Dampak Positif dan Negatif Media Sosial”. Kegiatan ini bertujuan membekali para pelajar agar mampu menggunakan media sosial secara bijak di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Melalui seminar tersebut, mahasiswa akan mengedukasi siswa mengenai manfaat media sosial sebagai sarana belajar dan komunikasi, sekaligus memberikan pemahaman mengenai berbagai risiko yang perlu diwaspadai, seperti kecanduan gawai, penyebaran hoaks, perundungan siber (cyberbullying), hingga dampaknya terhadap pembentukan karakter anak dan remaja.
Ryansi berharap seluruh rangkaian program yang telah disusun mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Cilimus serta menjadi langkah awal dalam mendorong pembangunan desa berbasis potensi lokal.
“Kami berharap seluruh program kerja ini dapat berjalan dengan baik dan memberi manfaat bagi masyarakat. Kami juga mengajak pemerintah desa, pelaku UMKM, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kolaborasi demi mewujudkan Desa Cilimus yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Cilimus, H. Mulyadin, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Kelompok 07 UNISA Kuningan. Ia mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Desa Cilimus sebagai lokasi pelaksanaan KKN dan berharap sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, serta masyarakat dapat terjalin dengan baik selama masa pengabdian.
Menurut H. Mulyadin, semangat, kreativitas, dan pengetahuan yang dimiliki para mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membantu mengembangkan berbagai potensi desa.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN di Desa Cilimus. Mudah-mudahan program yang dijalankan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan Desa Cilimus yang semakin maju, mandiri, serta memiliki daya saing,” ungkapnya.
Dengan mengusung pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui penguatan ekonomi lokal, edukasi digital, dan kepedulian terhadap lingkungan, KKN Kelompok 07 UNISA Kuningan diharapkan mampu menghadirkan program-program yang tidak hanya berdampak selama masa pengabdian, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Cilimus.















