Pesik Kuningan Butuh Homebase, Pemkab Mulai Petakan Pembenahan Stadion Mashud

KUNINGANSATU.COM,- Pesik Kuningan tengah berpacu dengan waktu untuk memastikan Stadion Mashud Wisnusaputra memenuhi persyaratan sebagai homebase menghadapi kompetisi Liga 3 Nusantara.

Manajer Pesik Kuningan, Nono Sujono, mengatakan pembenahan stadion menjadi salah satu faktor penting yang harus segera dilakukan. Pasalnya, tim verifikasi kompetisi dijadwalkan melakukan survei kelayakan pada Oktober 2026.

Hal tersebut disampaikan Nono saat berbincang melalui sambungan telepon, Senin (21/9/2026). Menurutnya, persyaratan stadion bukan hanya menyangkut kondisi lapangan, tetapi juga fasilitas pendukung yang menjadi standar pertandingan.

“Kalau melihat dari persyaratan yang harus dipenuhi memang menyeluruh. Tapi minimalnya ada penataan yang lebih utama, mungkin rumput, lampu,” kata Nono.

Ia menjelaskan, kondisi rumput menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan kelayakan lapangan untuk pertandingan. Selain perawatan rutin, apabila ingin memenuhi standar yang lebih baik, penataan lapangan idealnya dilakukan secara menyeluruh.

Menurut Nono, proses tersebut dapat mencakup pembenahan permukaan lapangan, penataan kembali lapisan pasir hingga pemasangan rumput yang sesuai. Namun, untuk mengejar waktu verifikasi, pembenahan dapat dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan bagian yang paling mendesak.

“Kalau hanya untuk penataan sedikit-sedikit, saya kira bisa. Yang lebih fokus mungkin lapang,” ujarnya.

Selain rumput, persoalan pencahayaan juga menjadi bagian penting. Nono menyebut pencahayaan lapangan harus memenuhi standar yang ditetapkan, termasuk kebutuhan penerangan sekitar 800 lux.

Tidak hanya itu, sejumlah fasilitas di dalam stadion juga perlu mendapat perhatian. Di antaranya ruang ganti pemain untuk dua tim, ruang wasit, ruang konferensi pers, toilet serta fasilitas sanitasi.

“Kamar ganti pakaian, sanitasi kamar kecil, toilet, ruang press conference, ruang wasit, selain lapang. Lapang juga harus memenuhi standar,” jelasnya.

Nono menilai sebagian fasilitas pendukung sebenarnya sudah tersedia di Stadion Mashud Wisnusaputra. Karena itu, pembenahan pada beberapa bagian dinilai dapat dilakukan melalui penataan dan perbaikan, tanpa harus membangun seluruh fasilitas dari awal.

“Locker room kita punya, ruang wasit tinggal kita benahi, ruang press conference juga sudah ada, tinggal membenahi saja,” katanya.

Untuk menjaga kondisi lapangan, Nono mengusulkan agar lapangan Stadion Mashud Wisnusaputra dikosongkan sementara dari berbagai aktivitas apabila proses pembenahan mulai dilakukan.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar perawatan rumput dapat dilakukan secara maksimal dan tidak terganggu penggunaan lapangan.

“Lapangan itu dikosongkan dulu, tidak boleh digunakan dulu oleh siapa pun,” ungkapnya.

Ia mengatakan, keputusan mengenai pengosongan lapangan masih menunggu hasil pembahasan pemerintah daerah, termasuk besaran kebutuhan anggaran yang akan diajukan oleh Disporapar.

Sementara itu, perawatan rumput saat ini juga terus dilakukan. Berdasarkan hasil koordinasi pemerintah daerah, penyiraman lapangan telah diarahkan dilakukan tiga kali dalam sehari untuk menjaga kondisi rumput, terutama menghadapi kondisi cuaca kering.

Nono mengakui waktu yang tersedia menuju proses verifikasi cukup terbatas. Namun, ia optimistis pembenahan masih dapat dikejar apabila segera dimulai.

“Kalau saya kejar juga sih dengan ukuran satu bulan. Tapi memang harus segera melakukan penataan,” ujarnya.

Desakan pembenahan Stadion Mashud Wisnusaputra mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten Kuningan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, U Kusmana, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat bersama sejumlah pihak terkait untuk memetakan persoalan yang ada di stadion.

Rapat tersebut melibatkan Disporapar beserta UPTD Pengelola Stadion Mashud, KONI, Askab PSSI Kabupaten Kuningan serta jajaran manajemen Persik Kuningan.

U Kusmana meminta Disporapar segera melakukan pengecekan dan pemetaan terhadap kondisi sarana dan prasarana stadion. Hasil pengecekan tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah daerah menentukan langkah pembenahan serta kebutuhan anggaran.

“Yang pertama, tentunya saya meminta kepada dinas pengampu, yaitu Disporapar, untuk melakukan secepatnya mitigasi, cek and ricek khususnya oleh UPTD setempat,” kata U Kusmana.

Ia menargetkan hasil pengecekan segera dilaporkan untuk kemudian menjadi bahan pertimbangan pimpinan dalam menentukan langkah berikutnya.

Menurut U Kusmana, pembenahan Stadion Mashud bukan hanya untuk kepentingan Persik Kuningan. Jika stadion dapat memenuhi persyaratan dan digunakan sebagai homebase, peluang klub lain menggunakan stadion tersebut juga terbuka.

Kondisi itu dinilai dapat memberikan dampak ekonomi bagi Kabupaten Kuningan. Kehadiran pertandingan berpotensi menggerakkan sektor UMKM, kuliner, penginapan dan sektor ekonomi masyarakat lainnya.

“Jadi, yang tadinya aset hanya untuk mendulang prestasi, tapi tidak hanya untuk prestasi, tapi bisa mendatangkan pendapatan asli daerah juga,” ujarnya.

Bagi Nono, penggunaan Stadion Mashud sebagai homebase Persik Kuningan juga menjadi kepentingan bersama. Terlebih, apabila stadion memenuhi persyaratan, terdapat peluang sejumlah klub lain yang tidak memiliki stadion sendiri untuk menggunakan fasilitas tersebut sebagai homebase.

Karena itu, pembenahan Stadion Mashud kini menjadi bagian penting dari persiapan Persik Kuningan menghadapi Liga 3 Nusantara. Targetnya, ketika tim verifikasi datang pada Oktober mendatang, sudah terlihat adanya perubahan dan proses perbaikan yang berjalan.

“Minimal lapang. Kalau gedungnya, locker room, ruang-ruang itu sedikit-sedikit. Yang berat lapangnya,” kata Nono.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup