Kabar Baik untuk Pencari Kerja! Job Fair Kuningan Hadirkan Puluhan Perusahaan
KUNINGANSATU.COM, – Jumlah masyarakat yang mencari pekerjaan di Kabupaten Kuningan masih cukup tinggi. Hingga Mei 2026, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kuningan mencatat sekitar 3.000 hingga 4.000 warga telah mengajukan pembuatan kartu pencari kerja atau AK-1 (Kartu Kuning).
Kepala Bidang Pengembangan, Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Kabupaten Kuningan, Yanto Chrisdianto, mengungkapkan bahwa setiap harinya rata-rata sekitar 150 warga datang untuk mengurus dokumen yang menjadi salah satu syarat melamar pekerjaan tersebut.
“Jumlah pencari kerja yang mengurus AK-1 sampai saat ini berkisar antara 3 sampai 4 ribu orang. Dalam sehari rata-rata sekitar 150 orang,” kata Yanto.
Menurutnya, kebutuhan penerbitan AK-1 sepanjang tahun diperkirakan mencapai sekitar 13 ribu pemohon. Peningkatan jumlah pengajuan biasanya terjadi setelah musim kelulusan sekolah, khususnya dari kalangan lulusan SMA dan SMK yang mendominasi pencari kerja baru.
Untuk mempermudah pelayanan, pengajuan AK-1 kini dapat dilakukan secara daring. Namun, pemohon tetap diwajibkan melakukan proses verifikasi dan pengesahan di kantor Disnakertrans guna mendapatkan legalisasi resmi.
“Pendaftaran bisa dilakukan secara online, tetapi tetap harus ada pengesahan dan cap dari dinas,” ujarnya.
Selain digunakan untuk melamar pekerjaan di dalam negeri, kartu AK-1 juga menjadi salah satu dokumen yang dibutuhkan bagi calon pekerja migran Indonesia yang akan bekerja ke luar negeri. Disnakertrans mencatat minat masyarakat Kuningan untuk bekerja di luar negeri masih cukup tinggi.
Sebagai upaya memperluas akses informasi lowongan kerja, Disnakertrans Kabupaten Kuningan bersama Bursa Kerja Khusus (BKK) akan menyelenggarakan Job Fair pada 16 hingga 17 Juli 2026. Kegiatan tersebut direncanakan menghadirkan berbagai perusahaan yang membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.
“Pelaksanaan Job Fair nanti bekerja sama dengan BKK Kabupaten Kuningan,” jelasnya.
Melalui berbagai program ketenagakerjaan yang dijalankan, Pemerintah Kabupaten Kuningan menargetkan tingkat pengangguran terbuka dapat terus ditekan hingga mencapai 6,5 persen pada akhir tahun 2026.
Yanto berharap semakin banyak investasi dan sektor industri yang berkembang di Kabupaten Kuningan sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat.
“Harapannya ke depan semakin banyak industri yang hadir di Kuningan sehingga mampu menyerap tenaga kerja lokal dan masyarakat tidak perlu mencari pekerjaan ke luar daerah,” tutupnya.
















