Jawara Cup III Kuningan Resmi Dimulai, Bupati Dorong Lahirnya Atlet Silat Berprestasi

KUNINGANSATU.COM,- Pemerintah Kabupaten Kuningan kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan olahraga tradisional melalui pembukaan Kejuaraan Pencak Silat Jawara Cup III Piala Bergilir Bupati Kuningan. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, di Aula Graha Sajati BKPSDM, Jumat (24/4/2026).
Ajang tahunan yang digagas Paguyuban Baroedak Silat Sekolah (PBSS) ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga sarana penting dalam membina atlet muda sekaligus menjaga kelestarian budaya pencak silat.
Dalam sambutannya, Bupati Dian Rachmat Yanuar menekankan bahwa pencak silat memiliki nilai lebih dari sekadar olahraga. Ia menyebut, di dalamnya terkandung filosofi kehidupan seperti pengendalian diri, keseimbangan, hingga penghormatan terhadap sesama.
“Pencak silat adalah warisan budaya yang sarat makna. Ini bukan hanya soal teknik bertarung, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian,” ujarnya.
Ia juga menyoroti potensi besar atlet silat asal Kuningan yang mampu bersaing hingga tingkat nasional. Namun, ia mengingatkan pentingnya perhatian serius dari berbagai pihak agar para atlet tidak justru berkembang di luar daerah.
“Pembinaan harus berkelanjutan. Kita harus hadir memberi dukungan, bukan hanya fasilitas, tapi juga perhatian dan rasa memiliki terhadap para atlet,” tegasnya.
Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa pencak silat yang telah diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO harus terus dijaga eksistensinya, terutama di kalangan generasi muda.
Ia pun berpesan kepada para peserta untuk menjadikan kejuaraan ini sebagai ajang pembuktian diri melalui kerja keras dan disiplin.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Kuningan, Asep Budi Setiawan, menyebut kejuaraan ini sebagai bagian dari proses pembinaan yang terukur. Menurutnya, pencak silat memiliki keunggulan karena mampu mengasah aspek fisik, mental, dan emosional secara seimbang.
“Silat bukan hanya soal kekuatan, tetapi juga membangun karakter, sportivitas, dan pengendalian diri,” jelasnya.
Di sisi lain, Ketua Panitia yang juga Guru Besar PBSS Kuningan, Iyan Irwandi, mengungkapkan bahwa Jawara Cup kini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan. Sebelumnya, kegiatan ini dikenal sebagai Junior Cup yang sudah beberapa kali digelar.
Ia menegaskan bahwa kejuaraan ini menjadi wadah strategis untuk menjaring bibit atlet sekaligus menyalurkan bakat generasi muda ke arah yang positif.
“Kompetisi seperti ini penting agar potensi atlet bisa berkembang secara terarah dan sportif,” katanya.
Iyan juga menyebutkan bahwa piala bergilir Bupati Kuningan menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta. Tahun lalu, gelar juara umum diraih oleh MI PUI Kramatmulya, sementara tahun ini persaingan dipastikan lebih ketat, khususnya di kategori SMP.
Kejuaraan ini diharapkan tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga memperkuat nilai sportivitas serta mempererat hubungan antar peserta dari berbagai daerah.
Tinggalkan Balasan
1 Komentar
-
Sharon2673
https://shorturl.fm/5vzIq


















