HRA: Sekolah Rakyat Kuningan, Bukti Nyata Negara Hadir untuk Rakyat
KUNINGANSATU.COM,- Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi Gerindra, Rokhmat Ardiyan melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Kuningan, Kamis (7/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menilai program Sekolah Rakyat menjadi langkah nyata pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Politisi yang akrab disapa HRA itu mengaku ingin memastikan langsung pelaksanaan program berjalan baik serta memberi dampak positif bagi para siswa. Ia juga mengenang kondisi para siswa saat awal masuk sekolah yang masih dipenuhi rasa cemas dan ketakutan.
“Waktu pertama saya datang, banyak anak-anak yang menangis, merasa takut dan belum percaya diri. Orang tuanya pun terlihat khawatir,” ujarnya.
Namun setelah beberapa waktu berjalan, HRA melihat perubahan besar pada para siswa. Menurutnya, anak-anak kini mulai menunjukkan semangat belajar dan rasa percaya diri yang lebih tinggi.
“Sekarang mereka terlihat lebih antusias, lebih berani, dan punya semangat luar biasa. Ini perkembangan yang sangat baik,” katanya.
Ia menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran tenaga pendidik serta dukungan Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam mendampingi para siswa.
Dalam kesempatan itu, HRA menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
“Negara harus hadir membantu masyarakat yang kesulitan, termasuk dalam pendidikan. Jangan sampai ada anak bangsa yang tertinggal,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, saat ini jumlah Sekolah Rakyat di Indonesia terus bertambah dan pemerintah menargetkan pengembangan lebih luas dalam beberapa tahun ke depan. Untuk Kabupaten Kuningan sendiri, ia menyebut target siswa bisa mencapai sekitar 1.000 orang.
Menurutnya, program tersebut dapat membuka peluang besar bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Ke depan dari Sekolah Rakyat bisa lahir dokter, tentara, polisi, pengusaha, dan profesi lainnya,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, salah seorang siswa bernama Arfan mendapat apresiasi setelah tampil membacakan teks Pancasila di hadapan para tamu undangan.
HRA juga mengungkapkan rencana pengembangan Sekolah Rakyat di wilayah Cikandang, Kecamatan Luragung. Ia menyebut lahan yang disiapkan kini mencapai delapan hektare dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.
“Targetnya nanti bisa menampung sekitar 1.000 siswa putra-putri terbaik dari Kabupaten Kuningan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani mengatakan pemerintah daerah terus memberikan perhatian terhadap para siswa Sekolah Rakyat yang sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu.
Ia berharap keberadaan sekolah tersebut mampu menjadi tempat lahirnya generasi masa depan yang sukses dan mandiri.
“Kalian harus tetap semangat belajar dan percaya diri. Pemerintah hadir untuk membantu anak-anak kami semua,” tuturnya.
















